Kabar itu tidak bisa disimpan lama. Bukan karena tidak ingin menjaga. Namun karena terlalu besar untuk hanya dimiliki berdua.
Terlalu membahagiakan untuk dipendam sendiri.
Fania masih duduk di tempat tidur rumah sakit. Tubuhnya memang belum sepenuhnya pulih. Namun wajahnya sudah jauh berbeda dari semalam.
Tidak sepucat sebelumnya. Tidak selelah tadi malam. Matanya lebih hidup. Dan yang paling terlihat senyumnya. Tipis. Namun terus ada. Seolah bibirnya lupa cara kembali murung setelah mendengar kabar itu.
Ronald duduk di samping tempat tidur. Ponsel berada di tangannya. Namun sejak tadi ia lebih sering menatap Fania daripada layar. Seolah masih memastikan bahwa semuanya benar-benar nyata.
Bahwa ini bukan mimpi sesaat. Bahwa setelah semua hal yang mereka lewati akhirnya ada sesuatu yang tumbuh di antara mereka.
“Kita bilang ke siapa dulu?” tanya Fania pelan.
Suaranya lembut. Masih sedikit serak karena demam semalam.
Ronald menoleh. Lalu tersenyum kecil. “Mama.” Jawabannya langsung. Tanpa berpikir lama.
Fania langsung mengangguk kecil. “Iya…”
Dan entah kenapa hanya mendengar itu saja sudah membuat dadanya terasa hangat.
Ronald menekan nomor. Speaker dinyalakan.
Nada sambung terdengar beberapa kali.
Fania tanpa sadar duduk lebih tegak. Tangannya menggenggam ujung selimut.
Deg-degan. Lucu. Padahal ini kabar bahagia. Namun tetap saja rasanya seperti ingin menangis lagi. Sampai akhirnya sambungan tersambung.
“Ronald?” Suara di seberang terdengar hangat. Akrab. Dan langsung terasa seperti rumah.
“Iya, Ma.”
“Sudah di rumah sakit katanya? Fania gimana?” Nada khawatir itu langsung terdengar jelas.
Ronald melirik Fania sebentar. Lalu tersenyum kecil.
“Sudah lebih baik.” Jawabnya tenang.
Kemudian ia berhenti sejenak. Menarik napas pelan. “Ada kabar.”
Sunyi beberapa detik di seberang.
“Apa?” tanya sang mama pelan.
Ronald menoleh ke arah Fania. Memberi isyarat kecil.
Fania mengangguk pelan. Matanya mulai memanas lagi.
Dan akhirnya, Ronald berkata. “Fania hamil.”
Hening. Benar-b…
RONALD & FANIA
BAB 76
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments