Hari-hari setelah itu berlalu tanpa pertengkaran.
Tidak ada suara tinggi.
Tidak ada adu mulut.
Tidak ada air mata yang terlihat.
Namun justru itulah yang membuat Ronald semakin gelisah.
Rumah mereka memang tenang.
Terlalu tenang.
Keheningan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang menyesakkan.
Pagi itu, Ronald sengaja membatalkan jadwal olahraga paginya.
Ia ingin menikmati sarapan bersama keluarga lebih lama.
Ketika turun ke ruang makan, Fania sudah selesai menata semua hidangan.
"Mas, sarapannya udah siap."
"Iya."
Ronald duduk sambil memperhatikan satu per satu makanan di atas meja.
Semuanya adalah menu kesukaannya.
"Nggak capek masak sebanyak ini?"
Fania tersenyum.
"Nggak."
"Kebiasaan."
Ronald mengangguk pelan.
Jawaban itu kembali membuat dadanya terasa berat.
Belakangan ini Fania selalu menjawab dengan kalimat-kalimat singkat.
Tidak pernah mengeluh.
Tidak pernah meminta apa pun.
Seolah semua baik-baik saja.
Setelah sarapan, Ronald sengaja tidak langsung berangkat.
Ia melihat Fania sedang mencuci piring.
Tanpa banyak bicara, ia menggulung lengan kemejanya.
"Biar aku bilas."
Fania langsung menoleh.
"Mas, nanti bajunya basah."
"Nggak apa-apa."
"Aku aja."
Ronald tetap berdiri di sampingnya.
Mereka akhirnya mencuci piring bersama.
Sesekali tangan mereka saling bersentuhan.
Namun tidak ada lagi candaan seperti dulu.
Hanya senyum tipis yang cepat menghilang.
Putra mereka memperhatikan dari ruang tamu.
"Wah... Papa bantu Mama."
Ronald tersenyum.
"Iya."
Anak kecil itu bertepuk tangan.
"Besok bantu lagi ya."
Ucapan polos itu membuat Ronald terdiam.
Apa selama ini ia memang terlalu jarang membantu?
Pertanyaan itu kembali memenuhi pikirannya.
Di kantor, Ronald sulit berkonsentrasi.
Setiap kali membuka laptop, bayangan Fania selalu muncul.
Ia teringat bagaimana istrinya terlihat pucat.
Bagaimana ia beberapa kali memegang pelipisnya.
Bagaimana senyumnya tidak lagi setulus dulu.
Tanpa sadar, Ronald membuka kalender.
Sudah berapa lama mereka tidak pergi berdua?
Ia mengh…
RONALD & FANIA
BAB 133
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments