Beberapa hari setelah hari jadi pernikahan mereka, suasana rumah mulai berubah sedikit demi sedikit.
Bukan perubahan besar.
Bukan pula perubahan yang langsung menghapus semua luka.
Hanya perubahan-perubahan kecil yang nyaris tidak terlihat.
Namun cukup untuk membuat hati Ronald memiliki secercah harapan.
Pagi itu, Ronald sengaja bangun lebih awal.
Saat turun ke dapur, ia mendapati Fania belum selesai memasak.
Tanpa banyak bicara, Ronald mengambil dua gelas dan mulai menyeduh kopi untuk dirinya sendiri serta teh hangat untuk Fania.
Ketika Fania berbalik, ia sedikit terkejut.
"Mas?"
Ronald tersenyum kecil.
"Tehnya."
Fania menatap cangkir itu beberapa saat.
"Terima kasih."
Ia menerimanya dengan kedua tangan.
Cangkir itu masih hangat.
Begitu juga hatinya.
Meski hanya sedikit.
"Masak apa?"
"Tumis ayam."
"Boleh aku potong sayurnya?"
Fania refleks hendak menjawab tidak.
Namun kata itu berhenti di ujung lidah.
Ia mengingat bagaimana beberapa hari terakhir Ronald benar-benar berusaha membantu tanpa mengeluh.
Akhirnya ia mengangguk pelan.
"Boleh."
Senyum Ronald langsung mengembang.
"Siap."
Mereka berdiri berdampingan di dapur.
Ronald memotong wortel dengan bentuk yang tidak sama besar.
Fania memperhatikannya, lalu terkekeh pelan.
"Mas..."
"Hm?"
"Itu bukan dipotong."
"Itu dicincang."
Ronald ikut tertawa.
"Ya udah."
"Yang penting masuk perut."
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tawa kecil terdengar memenuhi dapur.
Putra mereka yang baru bangun ikut berlari menghampiri.
"Mama ketawa!"
"Papa lucu!"
Ronald dan Fania saling berpandangan.
Senyum tipis kembali hadir.
Setelah Ronald berangkat ke kantor, Fania tanpa sadar masih mengingat kejadian pagi tadi.
Rasanya sederhana.
Namun sudah lama sekali mereka tidak memasak bersama.
Ia mengusap bibirnya sendiri.
Ternyata...
Ia masih bisa tertawa.
Di kantor, Ronald juga tampak jauh lebih bersemangat.
Salah seorang rekan bahkan menggodanya.
"Pak Ronald lagi jatuh cinta lagi ya?"
Ronald tertawa kecil.
"Mungkin."
"Mungkin?"
"Iy…
RONALD & FANIA
BAB 137
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments