Pagi itu dimulai seperti hari-hari biasa.
Ronald sudah bersiap berangkat kerja. Putra mereka sedang sibuk sarapan sambil bercerita tentang berbagai hal yang bahkan tidak ada hubungannya satu sama lain. Sedangkan Fania tampak sedikit lebih pendiam dari biasanya.
Awalnya tidak ada yang menyadari.
Termasuk Fania sendiri.
Ia hanya merasa sedikit pusing sejak bangun tidur.
Mungkin karena kurang istirahat.
Mungkin karena terlalu lelah.
Atau mungkin karena semalam ia tidur terlalu larut setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan butik dari rumah.
"Aku berangkat dulu."
Ronald mengecup kening istrinya sebelum pergi.
Fania tersenyum kecil.
"Hati-hati."
"Loh."
Putra mereka langsung protes.
"Aku?"
Ronald tertawa.
Lalu ikut mengecup puncak kepala anaknya.
"Kamu juga."
Barulah pria itu berangkat meninggalkan rumah.
Beberapa jam kemudian, keadaan Fania justru semakin memburuk.
Pusing yang awalnya ringan mulai terasa lebih berat.
Tubuhnya juga terasa lemas.
Bahkan untuk sekadar berdiri terlalu lama rasanya tidak nyaman.
Untungnya hari itu ia tidak memiliki jadwal ke butik.
Karena kalau tidak, mungkin ia sudah memaksakan diri bekerja.
Akhirnya setelah membereskan beberapa pekerjaan rumah sederhana, Fania memilih berbaring di sofa ruang keluarga.
Matanya terpejam.
Kepalanya terasa berat.
"Mama?"
Suara kecil terdengar dari dekatnya.
Fania membuka mata perlahan.
Putranya sedang berdiri di samping sofa.
"Mama tidur?"
"Nggak, Sayang."
"Mama sakit?"
Pertanyaan itu membuat Fania tersenyum tipis.
Anak-anak memang sering kali menyadari sesuatu lebih cepat daripada orang dewasa.
"Sedikit."
"Demam?"
"Nggak."
"Kepala sakit?"
Fania tertawa pelan.
"Iya."
Anak itu langsung terlihat serius.
Sangat serius.
Seolah sedang menghadapi masalah besar.
Lalu tanpa mengatakan apa pun, ia berlari menuju kamarnya.
Fania mengernyit bingung.
Namun tidak lama kemudian anak itu kembali.
Membawa boneka favoritnya.
Boneka yang biasanya tidak pernah dilepas saat tidur.
"Mama."
"Hm?"
"Pakai ini."
Fania berkedip.
"Untuk…
RONALD & FANIA
BAB 94
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments