Pintu kamar tertutup pelan di belakang Fania.
Bunyi “klik” itu terasa lebih keras dari seharusnya. Seolah menandai batas antara luar dan dalam. Antara yang ditampilkan dan yang sebenarnya terjadi.
Lampu kamar menyala redup dan hangat. Namun tidak cukup untuk mengusir dingin yang terasa di dalam dirinya. Fania berdiri di sana beberapa detik, dalam keterdiaman.
Masih mengenakan gaun yang sama. Masih dengan riasan yang belum ia hapus. Namun ekspresinya sudah berbeda.
Ia berjalan pelan ke arah cermin, menatap dirinya sendiri. Lama dan seolah mencoba mengenali sesuatu yang baru saja muncul.
Atau mungkin sesuatu yang selama ini ia abaikan.
Di belakangnya, pintu kembali terbuka. Ronald masuk. Langkahnya tenang seperti biasa. Menutup pintu tanpa suara, matanya langsung tertuju pada Fania. Yang berdiri membelakanginya.
Jarak mereka hanya beberapa langkah, namun terasa jauh. Ronald tidak langsung bicara. Ia melepaskan jasnya, meletakkannya di kursi. Gerakannya teratur dan terkontrol. Namun pikirannya jelas tidak setenang itu.
Fania melihat pantulan Ronald di cermin. Namun ia tidak berbalik, tidak menyapa. Tidak juga membuka percakapan hanya diam. Namun diam yang penuh isi, beberapa detik berlalu. Hanya keheningan yang menyertai.
Namun bukan hening yang kosong. Lebih seperti menunggu siapa yang akan lebih dulu kalah. Ronald akhirnya bicara.
“Kau lelah?” Nada suaranya datar, seperti pertanyaan biasa. Namun jelas, itu bukan inti dari yang ingin ia tanyakan.
Fania tersenyum tipis, masih menatap cermin.
“Iya” singkat. Namun terasa seperti dinding. Ronald mengangguk kecil. Meski Fania tidak melihatnya secara langsung.
Ia melangkah mendekat sedikit, tidak terlalu dekat. Cukup untuk mempersempit jarak, tanpa benar-benar menghapusnya.
“Lelah karena pesta” ia berhenti sejenak. Lalu melanjutkan. “Atau dari yang lain?”
Pertanyaan itu halus, namun tepat sasaran. Fania menarik napas pelan, sangat pelan. Namun terlihat di bahunya yang sedikit naik.
“Ronald” ucapnya, masih lembut. Namun kali…
RONALD & FANIA
BAB 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments