Hari itu berakhir dengan cara yang berbeda. Lebih ringan, seolah semua yang sebelumnya menekan perlahan dilepaskan tanpa paksaan. Tidak ada lagi sisa ketegangan yang menggantung.
Tidak ada lagi kata-kata yang tertahan di ujung pikiran. Yang tersisa hanya satu hal rasa lega. Bukan lega yang meledak-ledak. Bukan juga yang dramatis. Namun yang tenang.
Yang diam-diam menetap di dalam dada, lalu tumbuh tanpa disadari. Dan di antara itu semua ada sesuatu yang kembali hidup. Pelan, hampir tak terasa. Namun pasti.
***
Keesokan harinya datang tanpa beban. Udara pagi terasa lebih segar. Langit cerah tanpa awan gelap yang mengganggu. Cahaya matahari jatuh lembut di jalanan kota, menyentuh segala sesuatu dengan hangat yang tidak berlebihan.
Fania berdiri di depan cermin. Tangannya merapikan rambut. Membetulkan lipatan pakaian. Gerakannya pelan. Teratur, namun yang berbeda bukan penampilannya. Melainkan pikirannya.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tidak ada suara berisik di dalam kepalanya. Tidak ada pertanyaan yang saling bertabrakan. Tidak ada rasa ragu yang diam-diam mengganggu.
Ia hanya ada, tenang, utuh. Tatapannya di cermin terlihat lebih jernih. Lebih ringan, seolah ia akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri.
Pintu kamar mandi terbuka. Ronald keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Langkahnya santai, tidak tergesa. Ia melirik ke arah Fania, dan Fania membalas tatapan itu lewat pantulan cermin.
Beberapa detik berlalu, tidak ada kata. Tidak ada gerakan berlebihan. Namun suasana di antara mereka hangat. Bukan hangat yang canggung melainkan yang nyaman.
Ronald tersenyum tipis, sederhana. Namun cukup untuk mengatakan banyak hal.
“Siap?” tanyanya.
Fania mengangguk kecil.
“Iya.” Singkat. Namun kali ini tidak ada jarak di dalam kata itu.
Tidak ada makna tersembunyi, tidak ada keraguan. Hanya jawaban yang benar-benar tulus.
Mereka keluar bersama, langkah mereka seirama tanpa perlu disesuaikan. Seolah tanpa sadar, mereka sudah menemukan ritme yang sama.
Ha…
RONALD & FANIA
BAB 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments