Pagi itu rumah terasa seperti biasa.
Terlalu biasa.
Seolah tidak ada hal besar yang sedang berubah di antara dua orang yang tinggal di dalamnya.
Fania bangun lebih awal dari anaknya.
Ia menyiapkan sarapan seperti biasa.
Merebus air.
Menata piring.
Menyusun bekal kecil untuk putra mereka.
Gerakannya rapi, tenang, dan tanpa banyak suara.
Namun di dalam dirinya, tidak ada lagi kebiasaan lama yang sama.
Tidak ada lagi kebiasaan menoleh ke pintu setiap beberapa menit.
Tidak ada lagi harapan kecil menunggu suara mobil di depan rumah.
Dulu, setiap pagi Fania selalu punya satu rutinitas tambahan.
Melihat jam.
Lalu menghitung kemungkinan Ronald pulang malam atau tidak.
Lalu berharap sebentar saja bisa melihat suaminya duduk di meja makan.
Sekarang tidak lagi.
Ia sudah berhenti menghitung.
Putra mereka turun dari tangga sambil mengucek mata.
“Mama…”
“Iya, Sayang.”
“Papa hari ini pulang nggak?”
Fania terdiam sebentar.
Pertanyaan itu dulu selalu membuatnya berdebar.
Sekarang hanya membuatnya berhenti sejenak.
“Papa kerja, Sayang.”
“Lama?”
“Mungkin.”
Anak itu mengangguk pelan.
Tidak menangis.
Tidak rewel.
Hanya menerima jawaban itu seperti sesuatu yang sudah biasa.
Dan itu justru membuat dada Fania terasa lebih berat.
Ronald baru pulang pagi hari itu, tapi Fania belum tahu.
Ia sudah berangkat lebih dulu ke kantor tanpa sarapan di rumah.
Seperti banyak hari sebelumnya.
Pekerjaan tidak lagi mengenal waktu.
Meeting, proyek, perjalanan bisnis.
Semuanya menumpuk tanpa jeda.
Namun yang tidak ia sadari adalah…
rumah yang ia tinggalkan juga mulai berubah tanpa ia lihat.
Di dapur, Fania duduk sebentar setelah mengantar anaknya berangkat sekolah.
Rumah tiba-tiba sunyi.
Bukan sunyi yang nyaman seperti dulu.
Tapi sunyi yang terasa panjang.
Ia menatap meja makan.
Ada dua piring.
Satu untuk dirinya dan anaknya.
Satu lagi yang biasanya dibiarkan kosong.
Untuk Ronald.
Namun akhir-akhir ini, piring itu lebih sering tidak dipakai.
Fania menghela napas pelan.
Lalu mulai membersihkan meja…
RONALD & FANIA
BAB 103
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments