Pagi itu Fania tidak langsung bangun seperti biasanya.
Bukan karena ia tidur lebih lama.
Tapi karena ia sempat terbangun di tengah malam dan sulit kembali tertidur.
Pikirannya terlalu penuh.
Terlalu bising meski rumahnya sunyi.
Saat akhirnya ia bangkit, Ronald sudah tidak ada di kamar.
Hanya sisa kehangatan di sisi ranjang yang sudah lama hilang.
Dan itu pun kini terasa biasa saja.
Fania duduk sebentar di tepi ranjang.
Menatap kosong ke arah lantai.
Lalu menarik napas pelan sebelum akhirnya berdiri.
Seperti seseorang yang sudah hafal bahwa tidak ada waktu untuk terlalu lama berhenti.
Di dapur, ia kembali melakukan hal yang sama.
Menyiapkan sarapan.
Menata meja.
Menyusun rutinitas yang tidak pernah benar-benar berubah meski isi hatinya perlahan berbeda.
Anak mereka bangun tidak lama kemudian.
“Ma…”
Fania tersenyum kecil.
“Iya, Sayang.”
Anak itu duduk di kursinya.
Memandang meja sebentar sebelum bertanya.
“Papa hari ini pulang?”
Fania terdiam sepersekian detik.
Lalu menjawab pelan.
“Papa kerja.”
“Lagi?”
Pertanyaan itu sederhana.
Tapi cukup untuk membuat tangan Fania berhenti sejenak.
“Iya,” jawabnya akhirnya.
Anak itu mengangguk kecil, lalu mulai makan tanpa banyak bicara lagi.
Namun Fania memperhatikan sesuatu.
Tidak ada lagi ekspresi heran.
Tidak ada lagi protes kecil.
Hanya penerimaan.
Dan itu justru terasa lebih berat dari pertanyaan sebelumnya.
Di kantor, Ronald duduk dengan kepala sedikit tertunduk.
Ia baru saja selesai meeting panjang, tapi tidak ada rasa lega sama sekali.
Justru semakin penuh.
Ponselnya bergetar.
Pesan dari Fania:
«“Anak nanya kamu pulang nggak.”»
Ronald membaca pesan itu lama.
Jarinya sempat bergerak untuk membalas.
Tapi berhenti di tengah jalan.
“Aku pulang malam lagi.”
Kalimat itu sudah terlalu sering ia kirim.
Dan ia mulai sadar…
kalimat itu sekarang bukan lagi penjelasan.
Tapi pola.
Akhirnya ia hanya menutup layar ponselnya.
Tanpa membalas.
Bukan karena tidak peduli.
Tapi karena ia mulai tidak tahu bagaimana…
RONALD & FANIA
BAB 110
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments