Pagi itu rumah Ronald dan Fania jauh lebih ramai dari biasanya, bukan karena ada tamu, bukan karena ada acara melainkan karena seorang anak kecil yang sejak pukul enam pagi sudah berlari ke sana kemari dengan semangat berlebihan.
"Papa!"
"Papa!"
"Papa!"
Ronald yang sedang memasukkan koper ke mobil akhirnya mengangkat kepala. "Iya?"
"Kita jadi pergi?"
"Jadi."
"Wahhhh!"
Si kecil langsung berlari mengelilingi halaman, seolah baru saja memenangkan hadiah terbesar di dunia, seminggu sebelumnya, Fania sempat mengeluh bukan mengeluh serius.
Hanya komentar kecil saat makan malam. "Kayaknya kita udah lama gak pergi bertiga ya."
Kalimat sederhana itu ternyata terus teringat di kepala Ronald, dan beberapa hari kemudian pria itu diam-diam mengatur liburan singkat untuk keluarga kecilnya.
Tidak jauh.
Tidak mewah.
Hanya sebuah resort tenang di daerah pegunungan, jauh dari hiruk pikuk pekerjaan, jauh dari kesibukan butik, jauh dari segala rutinitas.
Begitu mendengar rencana itu, yang paling bahagia tentu saja putra mereka karena baginya liburan berarti petualangan.
Perjalanan menuju lokasi berlangsung hampir tiga jam, dan sepanjang perjalanan si kecil tidak berhenti berbicara sama sekali.
"Mama."
"Iya?"
"Nanti ada ikan?"
"Mungkin."
"Ayah."
"Hm?"
"Nanti ada kelinci?"
"Mungkin."
"Mama."
"Iya?"
"Nanti ada dinosaurus?"
Mobil langsung hening, Ronald menahan tawa sedangkan Fania menatap putranya melalui kaca spion.
"Dinosaurus udah punah, Sayang."
"Oh." Anak itu terlihat berpikir, beberapa detik kemudian. "Kalau naga?"
Ronald akhirnya tertawa keras, dan perjalanan mereka pun berlangsung dengan penuh canda.
Sesampainya di resort, mata si kecil langsung membesar, di depan mereka terbentang hamparan rumput hijau yang luas.
Ada taman bermain, kolam kecil, kebun bunga, dan udara yang jauh lebih sejuk dibanding kota.
"Wahhhh!" Teriaknya lagi.
Kalau ada lomba anak paling ekspresif, mungkin ia akan menang tanpa saingan.
Fania dan Ronald hanya saling berpandangan sambil tertawa melihat anak mere…
RONALD & FANIA
BAB 91
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments