Matahari mulai naik ketika suasana di kamar rawat kembali tenang. Ronald masih duduk di samping ranjang Fania, enggan beranjak sedikit pun. Sejak semalam, tangannya hampir tidak pernah melepaskan jemari sang istri.
Fania memperhatikan wajah Ronald yang terlihat jauh lebih lelah daripada dirinya.
"Nald."
"Hm?"
"Kamu istirahat dulu."
Ronald menggeleng pelan.
"Aku nggak ngantuk."
"Kamu bohong."
Ronald tersenyum tipis.
"Iya, aku bohong."
Fania menghela napas pelan.
"Kalau kamu sakit, nanti siapa yang jagain aku?"
Kalimat itu membuat Ronald tertawa kecil.
"Nah, akhirnya kamu ngaku juga."
"Ngaku apa?"
"Kalau sekarang kamu mau dijagain."
Pipi Fania langsung memerah.
"Aku cuma..."
"Takut kamu tumbang."
Ronald menggenggam tangan Fania lebih erat.
"Aku janji bakal jaga kesehatan. Tapi sekarang, gantian aku yang jagain kamu."
Belum sempat Fania menjawab, pintu kamar diketuk pelan.
Chaerlina masuk sambil membawa tas berisi pakaian ganti dan perlengkapan mandi.
"Alhamdulillah, udah kelihatan lebih seger."
Fania tersenyum.
"Makasih ya, Cha. Udah repot-repot."
Chaerlina menggeleng.
"Jangan bilang repot. Kamu pasti bakal ngelakuin hal yang sama kalau aku yang sakit."
Ronald ikut mengangguk.
"Terima kasih banyak, Cha."
"Santai aja."
Chaerlina kemudian menyerahkan tas itu kepada Ronald.
"Aku mampir ke rumah tadi pagi. Sekalian ambilin baju sama beberapa barang."
Ronald menerimanya dengan rasa syukur.
"Terima kasih."
"Nald, kamu mandi dulu aja."
Ucap Chaerlina.
"Aku temenin Fania."
Ronald sempat ragu meninggalkan kamar.
Namun setelah melihat Fania mengangguk, ia akhirnya membawa pakaian ganti menuju kamar mandi yang tersedia di ruang rawat.
Begitu pintu kamar mandi tertutup, Chaerlina langsung menatap Fania.
"Gimana perasaanmu sekarang?"
"Lebih enakan."
"Tapi masih pusing dikit."
Chaerlina mengusap punggung tangan sahabatnya.
"Kamu bikin Ronald panik banget."
Fania menunduk.
"Aku tahu."
"Pas aku telepon dia, suaramu langsung berubah."
"Kayaknya dia benar-benar takut kehilangan kamu."
…
RONALD & FANIA
BAB 144
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments