Udara pagi di puncak masih dingin. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, bergerak perlahan seolah enggan benar-benar pergi. Cahaya matahari belum sepenuhnya menembus, hanya menyisakan semburat lembut di balik dedaunan.
Suasana villa tenang, terlalu tenang. Fania berdiri di balkon kamar. Memeluk dirinya sendiri. Bukan karena benar-benar kedinginan namun seperti butuh sesuatu untuk ditahan.
Tatapannya lurus ke arah pegunungan jauh. Namun pikirannya tidak ada di sana. Semalam mereka tertawa, bercanda, saling menggoda. Semua terasa ringan. Seolah tidak ada beban. Seolah semua baik-baik saja.
Namun pagi selalu jujur. Dan pagi ini.yang ia rasakan kembali muncul. Kosong. Bukan sedih yang meledak. Bukan marah yang jelas.
Namun hampa yang perlahan mengisi ruang di dalam dirinya.
Fania menarik napas panjang. Dingin udara masuk ke paru-parunya. Lalu ia menghembuskannya pelan. Berharap sesuatu ikut keluar bersama napas itu. Namun tidak, perasaan itu tetap ada.
Diam.
Menetap.
Siang hari, matahari sudah naik, meski udara tetap sejuk. Mereka bertiga berkumpul di ruang tengah. Masih santaii, masih dengan pakaian kasual. Rambut seadanya, tanpa formalitas.
Minuman dingin di meja. Gelas dengan embun air di permukaannya. Obrolan ringan mengalir. Tentang hal-hal kecil, tentang tempat yang ingin mereka kunjungi nanti. Tentang foto-foto yang belum sempat diambil.
Fania ikut menanggapi, tersenyum. Namun sebagian dirinya masih tertinggal di pagi tadi. Sampai ponsel Livia berbunyi. Nada notifikasi itu memotong alur percakapan.
Livia melirik layar, awalnya biasa saja. Namun detik berikutnya ekspresinya berubah. Alisnya sedikit mengernyit. Matanya bergerak cepat membaca, lalu berhenti.
“Kenapa?” tanya Chaerlina. Nada suaranya langsung berubah, lebih waspada.
Fania ikut menoleh, Fokus.
Livia tidak langsung menjawab. Beberapa detik berlalu, ia masih membaca. Seolah memastikan. Seolah mencoba memahami.
“Ini aneh.” Nada suaranya tidak lagi santai namun serius.
Fania langsung merasakan sesua…
RONALD & FANIA
BAB 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments