Kamar hotel itu sunyi. Lampu redup, tirai tertutup setengah. Menyisakan cahaya kota yang masuk samar. Fania masih duduk di tepi tempat tidur.
Gelas di tangannya sudah kosong. Namun ia belum benar-benar bergerak. Napasnya mulai stabil, namun dadanya masih terasa penuh.
Seperti ada sesuatu yang tertahan. Bukan lagi tangis yang meledak tapi sisa emosi yang belum selesai.
Ronald berdiri beberapa langkah darinya. Mengamati, memberi ruang namun tidak pergi. Tatapannya tidak lepas namun juga tidak memaksa.
Dan akhirnya ia mendekat. Pelan dan hati-hati. Seolah takut satu gerakan kecil saja bisa membuat semuanya kembali pecah.
Ia duduk di samping Fania, tidak terlalu dekat. Namun cukup untuk terasa. Ada jarak. Namun bukan lagi jarak yang dingin.
Fania tidak menoleh, tatapannya masih ke bawah. Namun tubuhnya tidak lagi menjauh. Tidak menolak dan tidak menghindar. Itu saja sudah berbeda.
Ronald mengangkat tangannya, ragu sepersekian detik. Seolah mempertimbangkan apakah ia masih punya hak. Lalu ia menyentuh bahu Fania, lembut.
Fania tidak menolak, tidak bereaksi. Hanya diam. Dan itu sudah cukup.
Ronald menariknya perlahan, masuk ke dalam pelukannya. Kali ini lebih tenang tidak terburu. Tidak emosional seperti di luar tadi, lebih stabil. Lebih sadar.
Fania menurut, tubuhnya bersandar. Wajahnya kembali tersembunyi di dada Ronald. Namun kali ini tanpa tangis yang pecah. Hanya sisa sesak yang perlahan mereda.
Ronald mengusap punggungnya, pelan. Berulang. Gerakan yang sama seperti dulu yang dulu terasa biasa. Hampir tidak berarti. Namun sekarang terasa asing sekaligus dirindukan. Waktu mengubah banyak hal, termasuk hal-hal kecil yang dulu dianggap sepele.
“Sudah tenang?” tanyanya pelan. Suaranya rendah hampir seperti bisikan.
Fania tidak langsung menjawab namun ia mengangguk kecil. Masih di dalam pelukan itu.
Hening, beberapa detik. Namun hening kali ini tidak lagi menekan. Lebih seperti ruang untuk keduanya bernapas.
Ronald menarik napas pelan. “Fan…” Nada suaranya berubah. Lebih…
RONALD & FANIA
BAB 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments