Pesawat mendarat dengan halus. Roda menyentuh landasan, menciptakan getaran kecil yang menjalar sampai ke kursi. Tidak keras dan tidak mengejutkan. Namun cukup untuk menyadarkan.
Mereka sudah kembali. Ke kota yang sama. Ke kehidupan yang sempat mereka tinggalkan. Namun tidak lagi sebagai orang yang sama.
Fania membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa ringan. Ia sempat tertidur sepanjang perjalanan. Tidur yang tidak dalam tapi cukup.
Yang berbeda bukan durasinya melainkan rasanya. Tidak ada mimpi yang mengganggu. Tidak ada pikiran yang terus berputar tanpa arah. Hanya ketenangan.
Ia mengedip pelan, menyesuaikan diri dengan cahaya kabin yang kembali terang. Lalu ia menoleh ke samping.
Ronald duduk di sana, masih terjaga. Punggungnya tegak. Tatapannya lurus ke depan, seolah sudah kembali ke mode yang biasa ia pakai di dunia nyata.
Namun begitu Fania bergerak hanya sedikit, Ronald langsung melirik dengan refleks. Tanpa dibuat-buat.
“Sudah sampai.” Ujarnya pelan.
Suaranya rendah, stabil. Namun kali ini tidak terasa jauh.
Fania mengangguk kecil. “Iya…” Ia menarik napas perlahan.
Udara kabin terasa berbeda sekarang. Lebih penuh dan lebih nyata.
Penumpang mulai berdiri. Suara sabuk pengaman dilepas terdengar bersahutan. Kompartemen atas dibuka. Orang-orang mulai bergerak dengan ritme yang sedikit tergesa.
Bandara itu ramai, selalu seperti itu. Suara pengumuman menggema dari pengeras suara. Langkah kaki saling bersahutan. Percakapan dalam berbagai nada dan bahasa bercampur menjadi satu.
Namun entah kenapa kali ini Fania tidak merasa sesak. Tidak ada tekanan yang biasanya muncul tanpa alasan jelas. Tidak ada keinginan untuk segera keluar dari keramaian itu. Justru ia merasa lebih siap, lebih hadir.
Mereka berjalan keluar bersama. Koper ditarik di belakang. Langkah mereka sejajar dan tidak terburu-buru. Namun juga tidak melambat seolah ingin menahan waktu. Ada ritme yang pas yang tidak perlu diatur.
Di tengah keramaian itu, Ronald sesekali melirik Fania. Bukan untuk m…
RONALD & FANIA
BAB 50
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments