Waktu benar-benar berjalan lebih cepat daripada yang mereka sadari. Hari-hari yang dulu terasa panjang kini berlalu seperti kedipan mata.
Tangisan tengah malam.
Botol susu.
Popok.
Baby monitor.
Semua itu perlahan menjadi kenangan. Karena tanpa terasa tiga tahun telah berlalu dan rumah yang dulu dipenuhi suara tangisan bayi kini berubah menjadi jauh lebih ramai.
Sangat ramai, bahkan terkadang terlalu ramai karena sekarang ada seorang anak kecil yang tidak bisa diam lebih dari lima menit.
"MAMAAA!"
Suara nyaring itu menggema dari ruang keluarga, disusul langkah kaki kecil yang berlari sekencang mungkin.
Fania yang sedang duduk membaca laporan butik langsung menoleh, belum sempat bereaksi, tubuh kecil itu sudah menabraknya.
"Mamaaa..."
Fania tertawa, lalu langsung mengangkat putra kecilnya ke pangkuan.
"Iya, Sayang."
"Aku menang!"
"Masa?"
"Iyaaa." Matanya berbinar penuh kebanggaan.
"Aku menang balapan sama Papa."
Fania langsung menatap Ronald yang baru masuk dari taman belakang, pria itu terlihat pasrah.
"Kamu ngalah lagi?"
Ronald mengangguk. "Harus."
"Papa kalah!" Teriak si kecil bangga.
Ronald tertawa. "Iya, Papa kalah."
Padahal mereka semua tahu Ronald sengaja kalah, seperti biasanya.
Di usia tiga tahun, putra mereka tumbuh menjadi anak yang sangat aktif dan sangat penasaran juga sangat banyak bicara.
Sifat yang membuat Ronald sering mengelus dada, karena ternyata anaknya mewarisi sifat Fania hampir seratus persen.
"Papa."
"Iya?"
"Kenapa langit biru?"
Ronald menjawab, dua menit kemudian.
"Papa."
"Hm?"
"Kenapa ikan berenang?"
Ronald menjawab lagi, satu menit kemudian.
"Papa."
"Iya?"
"Kenapa semut kecil?"
Ronald menatap anaknya, lalu menatap Fania lalu kembali menatap anaknya. "Aku menyerah."
Fania langsung tertawa keras, sedangkan si kecil terlihat bingung.
"Papa lelah?"
"Iya."
"Kenapa?"
Ronald langsung memejamkan mata dan Fania hampir jatuh dari sofa karena tertawa.
Namun di balik semua keramaian itu, kehidupan mereka terasa sangat bahagia, sederhana namun penuh.
…
RONALD & FANIA
BAB 90
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments