Pagi itu udara terasa berbeda. Lebih dingin dan lebih tenang. Langit di luar jendela hotel terlihat pucat karena kabut tipis yang menggantung di antara gedung-gedung tinggi kota itu.
Negara yang mereka datangi terasa sangat rapi. Terlalu teratur bahkan. Orang-orang berjalan cepat. Jalanan bersih. Suara kendaraan tidak seramai kota yang biasa mereka tinggali.
Semuanya terasa asing. Namun anehnya Fania tidak terlalu memikirkan itu. Karena sejak bangun tadi, fokusnya hanya satu. Ronald.
Di dalam kamar hotel, Ronald sudah berdiri rapi di depan cermin. Setelan jas gelap membungkus tubuhnya sempurna. Dasi terikat presisi. Jam tangan terpasang rapi di pergelangan tangan.
Aura profesionalnya langsung terasa begitu ia selesai bersiap. Berbeda dari Ronald yang di rumah. Tidak ada sisi santainya. Tidak ada tatapan lembut yang biasa Fania lihat beberapa hari terakhir.
Kini Ronald terlihat lebih tegas. Lebih dingin, lebih berjarak. Fania berdiri di dekat cermin sambil memperhatikannya diam-diam. Matanya naik turun tanpa sadar.
“Serius sekali." gumamnya pelan.
Ronald melirik sekilas sambil merapikan mansetnya.
“Meeting.” Jawabnya singkat.
Fania mengangguk kecil namun tidak bergerak. Masih memperhatikannya seolah baru pertama kali melihat sisi Ronald yang seperti itu dari dekat.
Ronald akhirnya menoleh penuh.
“Kamu jadi ikut?” tanyanya.
Fania langsung mengangguk cepat. “Iya.” Tanpa ragu sedikit pun.
Ronald menghela napas kecil.
“Fan, ini bukan tempat main.” Nada suaranya tidak terdengar melarang. Namun jelas mengingatkan.
Fania berjalan mendekat. Lalu menarik sedikit ujung jas Ronald pelan.
“Aku hanya diam.” Nada suaranya terdengar manja. Namun kali ini, ada kesungguhan di sana.
Ronald menatapnya beberapa detik. Seolah sedang mempertimbangkan apakah ini keputusan yang baik atau tidak. Namun pada akhirnya, ia menyerah juga.
“Jangan ganggu.” Singkat.
Fania langsung tersenyum lebar. “Siap.”
Gedung perusahaan tempat meeting itu berlangsung berdiri tinggi menjulang di tengah kota. Domi…
RONALD & FANIA
BAB 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments