Pagi datang dengan tenang.Cahaya matahari masuk perlahan dari balik tirai kamar perawatan. Lembut. Hangat. Menyapu ruangan putih itu dengan cahaya keemasan yang menenangkan.
Dan untuk pertama kalinya sejak semalam, Fania tidur lebih nyenyak. Napasnya lebih stabil. Wajahnya tidak sepucat tadi malam. Demamnya juga mulai turun.
Ronald masih di sana. Duduk di kursi yang sama sejak malam. Posisi tubuhnya hampir tidak berubah. Hanya sesekali bergeser sedikit saat rasa pegal datang.
Namun tangannya, masih menggenggam tangan Fania. Walau beberapa kali ia tertidur sebentar dengan kepala tertunduk genggaman itu tidak pernah benar-benar lepas. Seolah tubuhnya sendiri menolak menjauh.
Saat Fania mulai bergerak pelan, Ronald langsung terbangun. Refleks. Matanya langsung mencari wajah wanita itu.
“Fan?” Panggilannya rendah. Masih serak karena kurang tidur.
Fania membuka mata perlahan. Berkedip beberapa kali. Menyesuaikan cahaya. Namun kali ini tidak selemah semalam.
“Iya…” gumamnya pelan.
Ronald langsung menyentuh dahinya. Panasnya masih ada. Namun jauh berkurang.
Dan saat itu, ia akhirnya bisa menghembuskan napas lega.
“Sudah mendingan…” gumamnya pelan. Lebih seperti bicara ke dirinya sendiri.
Fania memperhatikan wajah Ronald beberapa detik. Rambut pria itu sedikit berantakan. Matanya lelah. Bahkan ada lingkar samar di bawah matanya.
“Kamu tidak tidur?” Tanyanya pelan.
Ronald menggeleng kecil. “Tidur sebentar.” Jawaban singkat. Namun jelas bohong.
Fania tersenyum tipis. “Kamu bohong jelek banget.”
Ronald akhirnya tertawa kecil. Pelan. Lelah. “Siapa suruh sakit.” Nada suaranya terdengar ringan. Namun ada kekhawatiran yang belum benar-benar hilang.
Fania menunduk sedikit. “Maaf…”
Ronald langsung menggeleng. “Jangan minta maaf terus.” Ia mengusap pelan tangan Fania dengan ibu jarinya.
“Fokus sembuh saja.”
Beberapa menit kemudian dokter datang. Membawa beberapa berkas. Memeriksa kondisi Fania lebih detail dibanding semalam.
Suhu tubuh dicek lagi. Tekanan darah diperiksa. Beberapa pe…
RONALD & FANIA
BAB 75
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments