Fania mendudukkan dirinya dengan tenang di ruang makan. Sudah saatnya makan malam, dan Ronald sebentar lagi akan pulang.
Entah mengapa Fania merasa gugup saat ini, ada perasaan membuncah yang ia rasakan dalam dada. Mengingat dirinya akan mengutarakan rasa terimakasihnya kepada suaminya yang telah melindunginya.
"Tenang Fania" gumamnya dalam hati, guna menenangkan hatinya.
Terdengar suara langkah kaki yang terdengar tegas, menambah kegugupan Fania semakin menjadi.
Fania mengangkat pandangannya, kala mendengar suara kursi bergeser dan melihat suaminya duduk di hadapannya dengan mantap.
Fania belum membuka suara untuk mengutarakan niat awalnya. Lebih baik setelah mereka selesai makan saja.
Ronald tampak acuh tak acuh, ekspresinya terlihat datar. Benar-benar bertingkah seolah Fania tak ada di hadapannya saat ini. Fania pun bersikap sama, lagi pula memang kesepakatan mereka begitu bukan. Meskipun ada yang terasa mengganjal dalam dadanya.
Suara dentingan sendok terdengar mengisi keheningan diantara mereka. Fania melihat Ronald sudah selesai terlebih dahulu. Pria itu terlihat bangkit dari duduknya, untuk berlalu ke kamarnya.
Membuat Fania menghela nafas, sepertinya saat ini belum waktunya untuk berbicara pada Ronald. Baiklah, mungkin dikamar nanti. Ia hanya berharap Ronald belum terlelap saat ia selesai nanti.
"Nanti saja aku akan bicara dengannya" lirih Fania pada akhirnya.
Fania menyelesaikan kegiatan makannya, kemudian bangkit perlahan melangkah menuju kamar dirinya dan Ronald.
Sesampainya di kamar, Fania tak melihat keberadaan suaminya itu. Sampai kemudian ia mendengar suara air menyala di dalam kamar mandi.
"Sepertinya masih mandi" gumamnya dalam hati.
Fania menunggu Ronald sembari mengecek pekerjaannya dengan tablet di tangannya. Mendudukkan diri di atas ranjang, bersandar di kepala ranjang.
Fania menoleh dengan cepat, mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Ronald keluar dengan bertelanjang dada, handuk melilit di pinggangnya.
Tak bisa dipungkiri, suamin…
RONALD & FANIA
BAB 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments