Kafe itu masih sama, hangat dan tenang. Namun suasana di meja mereka berubah lebih berat dan lebih serius. Tidak ada lagi percakapan ringan, tidak ada lagi nada santai. Karena apa yang baru saja diucapkan Fania terlalu jelas dan terlalu nyata dan terlalu berisiko.
Livia menyandarkan tubuhnya ke kursi, menghembuskan napas panjang. Tangannya menyilang di dada dan ekspresinya tidak lagi sekadar penasaran hanya ada kekhawatiran.
“Aku akan jujur,” katanya akhirnya secara langsung tanpa pembuka.
Fania menatapnya dengan datar. “Apa?” Nada suaranya tipis seolah sudah siap menolak apa pun yang akan datang.
Livia tidak mundur. “Kesepakatan kalian itu bahaya.”
Hening.
Kalimat itu jatuh begitu saja tanpa dibungkus dan tanpa dilunakkan.
Fania langsung bereaksi. “Bahaya dari mana?” Defensif dan cepat seperti biasa.
Chaerlina yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. Namun dengan nada yang lebih tenang.
“Bahaya bukan karena kesepakatannya,” ujarnya pelan. “Tapi karena kondisinya.”
Fania mengernyit. “Tak ada yang beda.”
Chaerlina menggeleng kecil. “Jelas beda.”
Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan menatap Fania lebih dalam. “Kalau dua orang sama-sama sudah selesai, kesepakatan itu masuk akal.” Ia berhenti lalu menambahkan. “Masalahnya kau belum selesai.” Langsung dan tepat.
Fania terdiam namun hanya sesaat. “Aku sudah selesai.” Cepat namun tegas dan terlalu cepat.
Livia menghela napas pelan. “Fan…” Nada suaranya melembut namun tetap tegas. “Kau sedang berusaha selesai.” Ia menatap Fania. “Bukan memang benar-benar selesai.”
Hening.
Kalimat itu menggantung dan Fania tidak langsung bisa menolaknya. Karena ada bagian kecil didalam dirinya yang tahu itu benar. Namun tetap ia tidak mau mengakuinya.
“Itu asumsi kalian,” ujarnya, lebih dingin sekarang. Mencoba menjaga jarak.
Chaerlina tidak tersinggung, ia justru mengangguk kecil. “Oke. Kita anggap itu asumsi.” Ia berhenti menatap Fania tanpa berkedip. “Sekarang aku tanya.” Nada suaranya tetap tenang namun lebih tajam.
“Kalau Ronald be…
RONALD & FANIA
BAB 24
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments