Sejak percakapan terakhir itu, Fania tidak lagi menunggu, bukan karena ia sudah tidak peduli, tapi karena ia mulai belajar bahwa menunggu terlalu lama hanya membuatnya semakin lelah.
Dan kali ini, ia tidak ingin lelah itu kembali menguasainya, pagi di rumah itu tetap berjalan seperti biasa, sarapan tetap disiapkan, ranjang tetap dirapikan.
Putra mereka tetap diantar dengan senyum yang sama, namun ada satu hal yang berubah, Fania tidak lagi menoleh ke arah jam setiap lima menit, tidak lagi menunggu suara mobil di depan rumah.
Tidak lagi bertanya dalam hati apakah Ronald akan pulang tepat waktu, Ronald sendiri tidak menyadari perubahan itu di awal, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Meeting yang bertumpuk, perjalanan bisnis yang tidak bisa ditunda, telepon yang selalu berdering bahkan saat malam, dan setiap kali ia pulang larut, rumah selalu dalam keadaan rapi, terlalu rapi.
Makan malam selalu tersedia di meja, pakaian kerjanya sudah disiapkan di kamar, sepatu sudah tersusun, semua kebutuhan hidupnya tetap ada di tempatnya.
Seolah tidak ada yang berubah, seolah Fania masih sama seperti dulu, namun yang Ronald tidak lihat adalah, tidak ada lagi suara yang menyambutnya.
Tidak ada lagi pertanyaan kecil seperti “Capek ya hari ini?” tidak ada lagi Fania yang duduk menunggu walau hanya sebentar.
Suatu malam, Ronald pulang lebih awal dari biasanya, ini jarang terjadi, ia membawa sedikit harapan kecil di dalam kepalanya, mungkin kali ini bisa makan bersama.
Mungkin bisa bicara sebentar, mungkin suasana sudah mulai membaik, tapi ketika ia masuk rumah, yang ia temukan hanya keheningan.
Lampu ruang tamu redup, TV mati, tidak ada suara anak bermain, tidak ada Fania di sana, ia berjalan ke dapur, makanan sudah tertata rapi di meja, masih hangat, tapi tidak ada yang menunggu di sampingnya.
“Fan?” panggil Ronald pelan.
Tidak ada jawaban, ia melangkah ke kamar, dan di sana, Fania sedang merapikan lemari pakaian anak mereka, tenang, sangat tenang, seolah tidak ada hal besar yang te…
RONALD & FANIA
BAB 102
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments