Suasana villa yang tadi terasa ringan perlahan berubah. Yang tersisa hanya percakapan yang menggantung di udara. Tentang Ronald dan tentang Valencia. Tentang kemungkinan yang semakin sulit untuk diabaikan.
Fania duduk di sofa, diam. Punggungnya bersandar, namun tidak benar-benar rileks. Tatapannya lurus ke depan, kosong. Seolah melihat sesuatu yang jauh padahal tidak benar-benar melihat apa pun.
Di tangannya, gelas yang tadi ia pegang sudah lama tidak disentuh. Es di dalamnya mencair perlahan. Airnya naik sedikit demi sedikit. Seperti waktu yang terus berjalan tanpa menunggu siapa pun siap.
Livia berjalan mondar-mandir kecil di depannya. Langkahnya tidak jauh namun cukup untuk menunjukkan kegelisahan yang tidak bisa ia sembunyikan. Sesekali ia menyilangkan tangan lalu melepasnya lagi. Menarik napas dan menghela nafas.
Chaerlina duduk lebih tenang. Namun ketenangannya bukan berarti tidak peduli. Matanya terus mengamati Fania. Membaca setiap perubahan kecil. Setiap jeda napas dan setiap gerakan yang tidak disadari.
“Ini tak bisa didiamkan,” ujar Livia akhirnya. Langsung, nada suaranya tegas. Tidak lagi mencoba terdengar santai.
Fania tidak langsung merespons. Ia hanya menghela napas pelan dan lama.
“Kenapa harus dibesar-besarkan?” balasnya. Datar namun jelas itu bukan sekadar pertanyaan. Itu penolakan.
Livia berhenti berjalan kemudian menatapnya. Lebih serius sekarang. “Karena ini bukan hal kecil, Fan.”
Hening.
Fania menoleh sedikit. “Apa yang tak kecil?” Nada suaranya tetap tenang namun ada ujung yang tajam. Seperti sesuatu yang mulai tergores.
Livia mendekat, langkahnya lebih pasti. “Suami mu pergi ke luar negeri.” Ia berhenti, memberi ruang agar kalimat itu masuk.
“Dan perempuan yang sedang dekat dengannya pergi di waktu yang sama.” Kalimat itu jatuh apa adanya tanpa dilunakkan. Tanpa dibuat lebih nyaman. “Dan kau bilang ini kecil?”
Sunyi.
Fania tidak langsung menjawab. Karena ia tidak punya jawaban yang benar-benar kuat. Namun tetap ia bertahan. “Itu urusan dia.”…
RONALD & FANIA
BAB 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments