Seminggu berlalu sejak Ronald kembali dari Singapura.
Rutinitas mereka kembali berjalan seperti biasa.
Ronald kembali tenggelam dalam pekerjaannya.
Pagi berangkat sebelum matahari benar-benar tinggi.
Malam pulang ketika putra mereka hampir tertidur.
Sementara Fania menjalani hari-harinya seperti biasa.
Mengurus rumah.
Mengurus anak.
Menyiapkan semua kebutuhan suaminya.
Tak ada yang berubah.
Setidaknya, begitulah yang terlihat dari luar.
Pagi itu, Ronald sedang mengenakan jas di depan cermin.
Fania masuk membawa jam tangan yang tertinggal di atas nakas.
"Mas."
"Hm?"
"Jam tangannya."
Ronald menoleh.
"Oh iya."
"Hampir lupa."
Fania menyerahkannya sambil tersenyum tipis.
Ronald menerima jam itu.
Jemarinya tanpa sengaja menyentuh tangan Fania.
Keduanya sama-sama terdiam sesaat.
Sentuhan singkat itu terasa begitu asing.
Padahal dulu, mereka sering bergandengan tangan tanpa alasan.
Kini, sentuhan sederhana saja mampu membuat keduanya gugup.
"Aku berangkat."
"Iya."
"Hati-hati."
"Kamu juga jaga kesehatan."
Kalimat itu membuat Ronald sedikit terkejut.
Sudah lama Fania tidak mengingatkannya seperti itu.
Ronald tersenyum kecil.
"Iya."
"Terima kasih."
Sesaat ia ingin mencium kening Fania.
Namun langkahnya kembali berhenti.
Keraguan selalu datang lebih dulu.
Dan akhirnya ia memilih pergi.
Fania berdiri di depan pintu hingga mobil Ronald menghilang dari pandangan.
Begitu pintu ditutup, ia mengembuskan napas panjang.
"Kenapa kita jadi begini..."
Bisiknya pelan.
Tidak ada yang menjawab.
Hanya keheningan rumah yang menemani.
Siang harinya, putra mereka demam ringan.
Tubuh kecilnya mulai hangat dan tampak lebih rewel dari biasanya.
"Mama..."
"Iya, Sayang."
"Aku nggak enak badan."
Fania langsung memeluk anaknya.
Ia mengompres dahi putranya, memberikan obat sesuai anjuran dokter, lalu terus menemaninya.
Beberapa kali anak itu memanggil,
"Papa..."
Fania tersenyum lembut.
"Nanti kalau Papa pulang, Papa pasti senang lihat kamu sudah sembuh."
Anak itu mengangguk pelan.
Namun sorot ma…
RONALD & FANIA
BAB 130
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments