Seiring berjalannya waktu, Ronald dan Fania mulai semakin terbiasa dengan kehidupan sebagai orang tua. Setidaknya mereka mulai terbiasa dengan rasa lelah.
Karena ternyata rasa lelah itu tidak pernah benar-benar hilang. Hanya berubah menjadi sesuatu yang normal.
Pagi itu Ronald baru saja pulang dari perjalanan kerja singkat selama satu hari, tidak lama. Namun cukup untuk membuatnya menyadari satu hal. Fania hampir tidak beristirahat sama sekali.
Begitu memasuki rumah, ia melihat istrinya sedang menggendong bayi mereka sambil berjalan pelan di ruang keluarga.
Rambut Fania diikat seadanya, bajunya sedikit kusut dan wajahnya terlihat mengantuk. Sangat mengantuk. Namun begitu melihat Ronald pulang, wanita itu tetap tersenyum.
"Sudah pulang?"
Ronald langsung mendekat, mengecup keningnya. "Hm."
Lalu matanya memperhatikan Fania lebih lama. Dan semakin lama ia semakin tidak tenang.
Siang harinya keadaan tidak jauh berbeda. Bayi mereka beberapa kali rewel, Fania yang mengurus. Bayi mereka ingin tidur, Fania yang menemani. Bayi mereka lapar, Fania yang sigap.
Sementara Ronald memperhatikan semuanya diam-diam. Sampai akhirnya malam tiba, bayi mereka baru saja tertidur. Dan untuk pertama kalinya hari itu rumah terasa tenang.
Ronald duduk di samping Fania menatap istrinya beberapa saat. Kemudian berkata pelan.
"Fan."
"Hm?"
"Kita bahas sesuatu boleh?"
Fania langsung curiga. "Kenapa?"
Ronald menarik napas. "Kita pakai baby sitter saja."
Ruangan langsung hening, sangat hening. Fania berkedip sekali lalu dua kali kemudian menatap Ronald.
"Tidak." Jawabannya cepat, sangat cepat. Bahkan mungkin terlalu cepat.
Ronald sudah menduga namun tetap mencoba. "Dengarkan dulu."
"Aku udah dengar."
"Belum."
Fania langsung melipat tangan, tanda bahaya.
Ronald menahan senyum. "Aku hanya khawatir."
"Aku baik-baik saja."
"Kamu kurang tidur."
"Semua ibu kurang tidur."
"Kamu lelah."
"Semua ibu lelah."
"Kamu butuh bantuan."
"Aku punya kamu."
Ronald langsung terdiam. Karena jawaban itu datang terlalu cep…
RONALD & FANIA
BAB 88
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments