Mobil kembali melaju meninggalkan gedung perusahaan itu. Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu di luar sana. Pantulan warna kuning dan putih bergerak samar di balik jendela mobil.
Namun suasana di dalam, hening. Bukan hening yang nyaman. Bukan juga hening karena lelah. Lebih seperti diam yang penuh sesuatu yang belum selesai.
Fania duduk di kursi penumpang. Menatap keluar jendela. Tangannya terlipat di dada. Rahangnya sedikit mengeras.
Sementara Ronald menyetir seperti biasa.
Tenang. Fokus. Diam. Namun ia tahu. Ada sesuatu yang salah. Dan ia juga tahu itu bukan hal kecil.
Beberapa menit berlalu tanpa suara. Sampai akhirnya, Fania menghela napas cukup keras.
Ronald melirik sekilas namun belum bicara.
Dan tiba-tiba.
“Ronald.” Panggilannya keluar langsung, tidak ditahan.
Ronald tetap menatap jalan. “Hm?”
Fania menoleh. Tatapannya tajam. Namun di balik itu, ada sesuatu yang lebih rumit. Bukan marah besar. Lebih seperti kesal yang dipendam terlalu lama sejak tadi.
“Aku tak suka dengan yang tadi terjadi?” Langsung tanpa pembuka.
Ronald mengernyit tipis. “Tentang apa?”
Fania mendengus kecil. “Jangan pura-pura tak tau.” Nada suaranya mulai naik sedikit.
Tipis. Namun cukup jelas terasa.
Ronald menarik napas pelan. “Yang mana?” Masih tenang namun kini lebih waspada.
Fania menatapnya beberapa detik. Seolah tidak percaya Ronald masih bertanya.
“Perempuan-perempuan itu mencoba menarik perhatianmu.” Akhirnya keluar.
Dan begitu kalimat itu terucap, suasana langsung berubah.
Ronald terdiam sebentar. Lalu menghela napas kecil.
“Mereka klien.” Jawabannya logis. Singkat. Masuk akal. Namun justru itu yang membuat Fania semakin kesal.
“Iya, klien.” Ia menirukan nada Ronald tipis-tipis. Namun penuh sindiran.
“Klien yang jabat tangan lama?”
Ronald melirik cepat.
“Fan—”
Namun Fania belum selesai. “Klien yang senyum-senyum tak jelas?” Nada suaranya semakin cepat. Emosinya mulai keluar sedikit demi sedikit.
“Klien yang harus terlalu dekat saat bicara?”
Ronald menghela napas lebih pan…
RONALD & FANIA
BAB 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments