Pagi setelah malam itu berjalan seperti biasanya. Setidaknya di permukaan. Namun ada sesuatu yang berubah pada Fania.
Ia tidak lagi mengetuk pintu ruang kerja Ronald hanya untuk melihat wajah suaminya. Tidak lagi mengajak ngobrol saat pria itu sedang sibuk.
Tidak lagi meminta ditemani saat bosan. Tidak lagi memanggil hanya karena ingin dipeluk. Bukan karena tidak ingin. Namun karena ia merasa Ronald sedang terlalu banyak beban. Dan ia tidak ingin menjadi tambahan beban lagi.
Awalnya Ronald tidak menyadari perubahan itu. Karena pekerjaannya benar-benar sedang padat. Sangat padat.
Hari-harinya dipenuhi rapat, telepon, laporan, dan berbagai urusan yang datang bersamaan. Sementara Fania perlahan mulai melakukan semuanya sendiri.
Mengambil minum sendiri. Mengambil camilan sendiri. Berjalan sendiri. Bahkan ketika mual datang, ia memilih diam di kamar sampai perasaannya membaik.
Sesekali ia menatap pintu. Berharap Ronald masuk. Namun tidak pernah mengatakannya. Semakin hari tubuh Fania juga semakin mudah lelah.
Ditambah pikirannya yang mulai penuh.
Ia sebenarnya berusaha terlihat baik-baik saja. Namun jauh di dalam hati, ia sedang menyimpan banyak hal.
Kesepian. Sedih. Takut. Merasa tidak diperhatikan. Dan semua perasaan itu terus menumpuk tanpa pernah benar-benar ia keluarkan.
***
Hari itu Ronald berangkat lebih pagi dari biasanya. Ada rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan. Sebelum pergi, pria itu sempat mengecup kening Fania.
"Aku pulang cepat."
Fania tersenyum. "Iya."
Namun keduanya tidak tahu bahwa hari itu akan menjadi salah satu hari paling menakutkan dalam hidup mereka.
Menjelang siang. Fania sedang sendirian di rumah. Awalnya semuanya baik-baik saja. Namun tiba-tiba rasa mual datang lebih kuat dari biasanya.
Ia langsung berlari ke kamar mandi. Tubuhnya gemetar. Kepalanya terasa pusing. Perutnya juga mulai terasa tidak nyaman.
Awalnya ia mengira hanya morning sickness biasa. Namun beberapa menit berlalu. Rasa tidak nyaman itu tidak hilang. Justru semakin kuat.…
RONALD & FANIA
BAB 85
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments