Pagi itu, Ronald bangun dengan tekad yang berbeda.
Semalaman ia hampir tidak bisa memejamkan mata. Kata-kata yang pernah ia ucapkan kepada Fania terus berputar di kepalanya, bercampur dengan semua perubahan kecil yang kini mulai ia sadari.
Ia tidak bisa terus membiarkan semuanya berjalan seperti ini.
Mungkin ia tidak mampu menghapus luka yang sudah terlanjur ada.
Namun setidaknya, ia ingin mulai memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki.
Saat turun ke dapur, Ronald mendapati Fania sedang mengaduk bubur di atas kompor.
Aroma kaldu memenuhi ruangan.
"Pagi."
Fania menoleh sambil tersenyum tipis.
"Pagi, Mas."
Ronald memperhatikan wajah istrinya.
Masih pucat.
Meski tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
"Kamu kurang tidur?"
Fania menggeleng pelan.
"Biasa."
"Lagi-lagi jawabannya biasa."
Fania hanya tersenyum tanpa membalas.
Ronald menghela napas.
Ia sadar, membangun kembali kedekatan mereka tidak bisa dilakukan hanya dalam satu malam.
Tanpa banyak bicara, Ronald membuka lemari.
Ia mengambil tiga piring dan mulai menata meja makan.
Fania yang melihat itu langsung menghampiri.
"Mas, biar aku aja."
"Nggak."
"Aku bisa."
"Tapi..."
"Sesekali gantian."
Fania terdiam.
Kalimat sederhana itu membuat hatinya menghangat.
Namun ia tetap tidak menunjukkan perasaannya terlalu jelas.
"Terima kasih."
Ucapnya pelan.
Setelah sarapan, Ronald tidak langsung berangkat.
Ia bermain sebentar dengan putra mereka.
Anak kecil itu tertawa riang saat Ronald menggendongnya berkeliling ruang tamu.
"Papa jangan kerja terus ya."
Ucapan polos itu membuat Ronald menghentikan langkahnya.
"Kenapa?"
"Soalnya Mama sering sendiri."
Kalimat itu terdengar begitu sederhana.
Namun bagi Ronald, rasanya seperti sebuah tamparan.
Ia menoleh ke arah Fania.
Wanita itu sedang melipat serbet sambil menundukkan kepala.
Seolah berharap anak mereka tidak melanjutkan ucapannya.
Ronald memeluk putranya lebih erat.
"Iya."
"Papa akan lebih sering di rumah."
Anak itu tersenyum puas.
"Janji?"
"Janji."
Di kantor, Ronald ben…
RONALD & FANIA
BAB 134
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments