Kamar itu kembali sunyi. Namun bukan sunyi yang dingin. Bukan juga yang penuh jarak. Lebih seperti ruang yang akhirnya jujur.
Udara terasa lebih ringan, meski sisa emosi masih menggantung tipis. Dinding kamar, lampu redup, bahkan suara AC yang pelan semuanya seperti menjadi saksi dari sesuatu yang baru saja pecah dan kini perlahan disusun ulang.
Fania masih dalam pelukan Ronald. Namun kali ini tidak lagi gemetar. Napasnya mulai teratur. Naik turun. Perlahan menemukan ritmenya kembali.
Meski dadanya masih terasa berat. Berat yang aneh. Bukan lagi tekanan yang menyakitkan. Tapi lebih seperti sisa dari sesuatu yang terlalu lama dipendam.
Ronald tidak bergerak. Tangannya tetap di punggung Fania mengusap pelan, berulang. Gerakan yang sederhana namun konsisten. Memberi ritme, memberi tenang.
Seolah tanpa kata ia berkata aku di sini dan aku tak kemana-mana..Dan mungkin, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Fania mempercayai itu.
Beberapa detik berlalu, lalu satu menit. Waktu berjalan tapi tidak terasa.
Fania perlahan menarik napas lebih dalam. Jarinya yang sejak tadi mencengkeram kemeja Ronald mulai sedikit mengendur. Namun belum sepenuhnya lepas. Seolah masih butuh sesuatu untuk digenggam.
Lalu ia bergerak sedikit, menjauh. Tidak sepenuhnya lepas. Namun cukup untuk memberi ruang di antara mereka. Cukup untuk melihat, matanya masih merah.
Garis tipis air mata masih terlihat di sudutnya.
Namun tidak lagi kabur. Tidak lagi dipenuhi emosi yang meledak-ledak. Kini lebih jernih dan lebih sadar. Dan di sana ada sesuatu yang baru.
Keputusan.
Bukan keputusan besar yang dramatis. Tapi keputusan sederhana untuk tidak lagi berbohong. Ia menelan pelan. Tangannya masih memegang ujung kemeja Ronald. Lebih longgar sekarang, namun belum dilepas.
“Nald” Suaranya pelan hampir ragu. Namun tidak mundur.
Ronald menatapnya, fokus dan tenang. Tidak menyela, tidak terburu-buru mengisi jeda. Hanya hadir. Dan kehadiran itu cukup untuk membuat Fania berani melanjutkan.
Fania menarik napas dala…
RONALD & FANIA
BAB 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments