Malam itu berakhir tanpa benar-benar selesai.
Tidak ada keputusan. Tidak ada kata yang menutup semuanya dengan rapi. Hanya diam.
Dan sisa emosi yang menggantung.
Fania akhirnya tertidur. Bukan karena tenang.
Namun karena lelah. Setelah menangis terlalu lama. Setelah menahan terlalu banyak.
Ia terbaring di tempat tidur. Membelakangi Ronald. Tubuhnya sedikit meringkuk. Seperti ingin melindungi diri sendiri. Ronald berdiri beberapa detik di dekat pintu. Menatapnya. Diam.
Ada banyak hal yang ingin ia katakan. Namun semuanya terasa terlambat. Akhirnya ia hanya berjalan mendekat. Duduk di tepi ranjang. Pelan.
Tangannya terangkat. Ingin menyentuh. Namun ragu. Beberapa detik. Lalu akhirnya ia mengusap rambut Fania. Sangat pelan. Hati-hati. Seolah takut membangunkannya.
“Maaf…” gumamnya pelan.
Hampir tidak terdengar. Namun cukup untuk dirinya sendiri. Pagi datang. Namun tidak membawa kelegaan.
Fania membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa berat. Tubuhnya lemas. Tenggorokannya kering. Ia mencoba bangun namun terasa sulit.
“Fan?” Suara Ronald terdengar. Dekat.
Fania menoleh sedikit. Matanya setengah terbuka.
Ronald langsung menyadari. Wajah Fania pucat. Bibirnya kering. Dan matanya lelah. Sangat lelah.
Ronald mendekat. Lebih cepat. Tangannya langsung menyentuh dahi Fania. Dan saat itu
ia tahu.
“Panas…” gumamnya.
Fania mengerjap pelan.
“Tidak…” balasnya lemah. Refleks. Namun suaranya tidak meyakinkan.
Ronald mengernyit. “Fan, kamu demam.” Nada suaranya lebih tegas sekarang. Namun tetap lembut.
Fania menggeleng kecil. Namun tubuhnya tidak bisa bohong. Ia kembali menyandarkan kepalanya. Lemah.
Ronald langsung berdiri. Mengambil air. Obat.
Semua dengan cepat. Tanpa banyak bicara.
“Minum dulu.” Ujarnya pelan. Membantu Fania duduk.
Fania tidak menolak. Namun gerakannya lambat. Seolah tubuhnya berat.
Ronald menopangnya. Tangannya di punggung Fania. Menahan.
Fania menelan obat itu. Dengan susah payah.
Lalu kembali bersandar. Matanya hampir terpejam lagi.
“Kenapa tak bilang sejak t…
RONALD & FANIA
BAB 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments