Pagi itu Fania tidak langsung keluar kamar seperti biasanya.
Bukan karena sakit.
Bukan karena malas.
Tapi karena ia butuh beberapa menit lebih lama untuk memastikan wajahnya terlihat “normal”.
Normal yang berarti tidak menunjukkan apa pun.
Tidak terlalu lelah.
Tidak terlalu kosong.
Tidak terlalu terluka.
Di luar, Ronald sudah berangkat lebih dulu.
Seperti banyak hari sebelumnya.
Tanpa sarapan bersama.
Tanpa percakapan pagi.
Tanpa perpisahan kecil seperti dulu.
Dan Fania tidak lagi bertanya kenapa.
Ia hanya menerima bahwa itu sudah menjadi bagian dari hidup mereka sekarang.
“Ma…”
Suara kecil putra mereka membuat Fania tersadar dari pikirannya.
“Iya, Sayang.”
“Kenapa Mama lama di kamar?”
Fania tersenyum kecil.
“Mama lagi rapihin diri.”
Anak itu mengangguk polos.
“Papa tadi pergi lagi.”
Fania berhenti sebentar.
Lalu mengusap kepala anaknya pelan.
“Iya. Papa kerja.”
Tidak ada reaksi berlebihan.
Tidak ada pertanyaan lanjutan.
Hanya penerimaan kecil yang pelan-pelan membuat Fania semakin sadar…
bahwa anaknya mulai terbiasa dengan ketidakhadiran Ronald.
Dan itu lebih menyakitkan dari apa pun.
Siang harinya, butik kecil Fania tidak terlalu ramai.
Ia duduk di belakang meja kerja, menatap layar laptop tanpa benar-benar fokus.
Sampai pintu butik terbuka.
“FANIA!”
Suara itu langsung membuatnya menoleh.
Chaerlina masuk dengan langkah cepat, diikuti Livia yang membawa beberapa kantong belanja.
“Ya ampun, kamu kenapa kurusan?”
Livia langsung duduk di kursi depan Fania.
Chaerlina menyusul sambil mengernyit.
“Kamu tidur nggak sih akhir-akhir ini?”
Fania tersenyum kecil.
“Aku tidur kok.”
Livia langsung menyipit.
“Jawaban orang yang jelas kurang tidur.”
Chaerlina menyandarkan diri.
“Kamu nggak bohong sama kita ya, Fan.”
Fania diam sebentar.
Lalu menghela napas pelan.
“Aku cuma lagi capek.”
Livia langsung melirik Chaerlina.
“Capek apa lagi ini?”
Chaerlina menatap Fania lebih serius.
“Ronald lagi?”
Fania tidak langsung menjawab.
Dan itu sudah cukup menjadi jawaban.
“Aku…
RONALD & FANIA
BAB 105
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments