Hari itu Ronald berangkat ke luar negeri lebih awal, tidak ada percakapan panjang di pagi hari, tidak ada sarapan bersama.
Hanya suara koper yang ditarik pelan di lorong rumah dan pintu yang ditutup lebih pelan lagi, seolah keduanya sama-sama berusaha tidak menambah luka dari perpisahan kecil itu.
Fania melihat dari jauh.
Ia berdiri di dapur sambil memegang cangkir kopi yang sudah lama dingin.
Ronald sempat menoleh sebentar.
Tatapan mereka bertemu.
Namun tidak ada yang benar-benar tersenyum.
Tidak ada yang benar-benar berkata apa pun.
Hanya diam.
Dan setelah itu Ronald pergi.
Putra mereka baru bangun beberapa menit setelah mobil Ronald meninggalkan halaman rumah.
Masih dengan wajah mengantuk, ia turun dari tangga kecil.
"Mama… Papa sudah pergi?"
"Iya."
"Ke mana?"
"Kerja, Sayang."
Anak itu mengangguk pelan.
Tidak bertanya lebih jauh.
Namun kali ini ia tidak langsung bermain seperti biasanya.
Ia duduk di dekat Fania.
Diam.
Seolah ikut merasakan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.
Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya.
Fania mengajak putranya ke taman bermain di sore hari.
Biasanya ia akan duduk sambil tersenyum melihat anaknya berlari.
Namun kali ini pikirannya jauh.
Sangat jauh.
Setiap kali melihat anak lain datang bersama ayah mereka, ada sesuatu yang mengganjal di dadanya.
Bukan iri.
Lebih seperti kehilangan kecil yang terus berulang.
"Mama."
"Hm?"
"Kalau Papa pergi jauh, lama nggak?"
Fania terdiam beberapa detik.
Lalu tersenyum kecil.
"Mungkin beberapa hari."
Anak itu mengangguk.
Lalu kembali bermain.
Seolah jawaban itu cukup.
Namun bagi Fania, tidak sesederhana itu.
Di malam hari, rumah kembali sunyi.
Tidak ada suara langkah Ronald.
Tidak ada suara pintu terbuka.
Tidak ada obrolan singkat sebelum tidur.
Hanya dua orang di rumah itu.
Dan keheningan yang semakin terasa akrab.
Fania duduk di ruang keluarga setelah putranya tidur.
Ia membuka ponselnya.
Tidak ada pesan baru dari Ronald.
Hanya pesan lama yang belum sempat ia baca ulang.
Ia membuka percakapan itu…
RONALD & FANIA
BAB 100
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments