Esok harinya, Fania pulang dari butik miliknya. Iya memasuki rumah yang Ia tinggali bersama Ronald. Suasana rumah besar itu terasa sunyi seperti biasanya.
Fania melangkahkan kakinya memasuki ruang utama dengan wajah tenang. Tas kecil di tangannya ia letakkan di atas meja, lalu ia berjalan melewati ruang keluarga tanpa menoleh sedikit pun.
Di waktu yang hampir bersamaan, Ronald masuk dari pintu lain. Langkahnya tegas seperti biasa, aura dingin itu kembali menyelimuti dirinya.
Mereka berada di rumah yang sama. Namun terasa seperti dua dunia yang berbeda.
Ronald sempat menangkap sosok Fania dari sudut matanya. Hanya sekilas. Tanpa jeda. Tanpa reaksi.
Fania pun sama, tak ada sapaan, tak ada pertanyaan, dan tak ada yang berubah dari kesepakatan mereka.
Seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari sana hanya bisa menunduk pelan. Namun dalam diam, matanya sempat mengerjap bingung.
Ia masih ingat betul bagaimana dulu Tuan dan Nyonya terlihat begitu dekat. Hangat. Bahkan sering berbagi tawa kecil di ruang makan.
Kini semuanya terasa asing.
“Makan malam sudah siap, Nyonya” ucap pelayan hati-hati.
Fania mengangguk ringan. “Terima kasih.”
Beberapa menit kemudian, Fania duduk dengan anggun di kursi makan. Tak lama, Ronald datang dan duduk di hadapannya seperti biasa. Jarak mereka tak berubah, namun rasanya jauh.
Suara dentingan sendok kembali mengisi ruangan, sunyi, dingin. Fania fokus pada makanannya. Ronald pun demikian. Keduanya seperti tenggelam dalam dunia masing-masing.
Tak ada percakapan. Bahkan sekadar basa-basi pun tidak. Seorang pelayan yang berdiri di sudut ruangan, menatap pemandangan itu dengan perasaan tak menentu.
“Apa ada yang salah dengan mereka?” gumamnya dalam hati.
Ia melirik ke arah pelayan lain, yang juga terlihat sama bingungnya.
“Bukannya dulu Tuan selalu…” bisik temannya pelan.
Pelayan itu menggeleng tipis, memberi isyarat agar ia diam. Namun rasa heran itu tak bisa disembunyikan.
Di meja makan, Ronald meletakkan sendoknya lebih dulu. Gerakannya tenang, e…
RONALD & FANIA
BAB 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments