Pagi itu terasa berbeda.Lebih ringan dan lebih selesai.Bukan karena semuanya sempurna. Bukan karena tidak ada sisa rasa.
Namun karena sesuatu di dalam diri mereka akhirnya menemukan tempatnya.
Fania berdiri di dekat koper yang hampir tertutup. Tangannya sibuk melipat pakaian terakhir. Gerakannya rapi, teratur. Seolah ia tidak hanya merapikan baju namun juga merapikan pikirannya sendiri.
Setiap lipatan seperti penutup dari satu bab kecil. Setiap tarikan napasnya terasa lebih tenang. Beberapa hari terakhir yang sempat terasa berat, membingungkan, bahkan melelahkan kini seperti sudah diberi jarak. Tidak hilang. Namun tidak lagi mengganggu.
Ia berhenti sejenak. Menatap isi koper itu. Lalu menutupnya perlahan.
Klik.
Suara kecil itu terdengar sederhana. Namun entah kenapa terasa seperti tanda bahwa sesuatu benar-benar selesai.
Pintu kamar mandi terbuka. Ronald keluar. Kemejanya sudah terganti, lebih santai dari biasanya. Tanpa jas, tanpa kesan formal yang kaku. Namun tetap rapi seperti dirinya yang selalu terjaga.
Ia melirik koper di lantai. Lalu menatap Fania.
“Sudah?”
Fania mengangguk kecil. “Tinggal tutup.”
Ronald mendekat tanpa banyak bicara. Ia berjongkok sedikit, menekan koper itu hingga benar-benar terkunci. Gerakan sederhana. Namun terasa natural. Seperti sesuatu yang sudah sering dilakukan bersama.
Fania memperhatikannya sejenak. Ada perasaan aneh yang muncul bukan canggung. Bukan juga gugup, lebih seperti nyaman yang pelan-pelan tumbuh.
Ia tersenyum tipis.
“Meeting terakhirnya bagaimana?”
Ronald berdiri, menarik napas ringan. Seolah pertanyaan itu tidak lagi membawa tekanan seperti sebelumnya.
“Lancar.” Jawabannya singkat.
Namun kali ini berbeda, tidak ada jeda panjang, tidak ada nada lelah, dan tidak ada beban tersembunyi.
“Sudah selesai semua.” Ia menatap Fania langsung dan jelas.
“Jadi kita bisa pulang.” Kalimat itu sederhana.
Namun terasa seperti penutup dari sesuatu yang panjang. Bukan hanya perjalanan kerja. Namun juga perjalanan emosi.
Fania mengangguk pe…
RONALD & FANIA
BAB 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments