Malam semakin larut saat mereka kembali ke hotel. Langkah kaki mereka terdengar pelan di lorong yang mulai sepi. Lampu-lampu temaram memantulkan cahaya hangat di dinding, menciptakan suasana yang tenang dan sedikit melambatkan waktu.
Karpet tebal meredam suara, membuat setiap langkah terasa lebih lembut, hampir seperti tidak ingin mengganggu ketenangan yang sudah lebih dulu hadir. Tidak ada suara lain selain langkah mereka dan sesekali gesekan halus pakaian.
Sunyi.
Namun bukan sunyi yang kosong. Lebih seperti jeda yang nyaman setelah hari yang penuh. Seperti napas panjang yang akhirnya bisa dilepaskan tanpa beban.
Fania berjalan di samping Ronald. Tidak terlalu dekat. Namun juga tidak menjaga jarak. Alami. Sesekali bahu mereka bersentuhan ringan. Dan tidak ada yang menarik diri. Tidak ada kecanggungan.
Tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan apa pun. Semuanya mengalir begitu saja. Tanpa dipaksa, tanpa ditahan.
Di depan pintu kamar, Ronald berhenti. Ia mengeluarkan kartu akses, lalu menempelkannya. Bunyi klik pelan terdengar, diikuti pintu yang terbuka perlahan, seolah menyambut mereka kembali ke ruang yang lebih privat.
Mereka masuk, dan begitu pintu tertutup di belakang mereka dunia luar seolah berhenti. Hening namun hangat.
Fania berjalan masuk lebih dulu. Ia meletakkan tasnya di sofa, lalu menghela napas panjang. Bahunya sedikit turun, tubuhnya meregang kecil, seolah baru menyadari bahwa hari itu cukup panjang dan penuh.
“Lelah juga rasanya,” ujarnya ringan, bukan keluhan. Lebih seperti pengakuan sederhana.
Ronald menutup pintu, memastikan terkunci, lalu berjalan mendekat. Langkahnya santai, tapi terarah.
“Lelah tapi happy?” tanyanya. Nada suaranya tenang tidak menekan. Hanya memastikan.
Fania menoleh. Senyum kecil muncul di wajahnya, tipis tapi tulus.
“Iya.” Jawabannya cepat. Jujur tanpa ragu.
Ronald berhenti di depannya. Jarak mereka tidak jauh. Namun tidak langsung dipangkas. Seolah mereka berdua sama-sama menikmati ruang kecil itu.
Ruang yang tidak lagi terasa…
RONALD & FANIA
BAB 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments