Malam itu seharusnya selesai dengan tenang.
Tanpa drama. Tanpa tarik-ulur. Namun ternyata tidak semudah itu.
Ronald masih duduk di kursi. Dokumen di tangannya belum sepenuhnya selesai. Namun fokusnya sudah tidak di sana.
Karena Fania belum bergerak dari pangkuannya. Masih dekat. Masih diam. Namun suasananya berubah. Lebih berat. Lebih… menahan sesuatu.
Ronald menyadarinya. “Kamu masih kepikiran?” tanyanya pelan.
Fania tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat wajahnya. Menatap. Lama.
Lalu. “Aku ikut.” Kalimat itu keluar lagi. Namun kali ini lebih tegas.
Ronald menghela napas kecil. “Fan…”
Namun Fania memotong. “Aku bisa.” Nada suaranya cepat. Seolah tidak ingin dibantah.
Ronald menatapnya. Serius. “Aku sudah jelaskan.” Jawabnya tetap tenang. Namun lebih tegas dari sebelumnya.
Fania menggeleng. “Tak masalah aku sendiri di hotel.”
Ia melanjutkan. “Aku tak butuh ditemani terus.”
Namun kontradiksi itu jelas. Karena justru ia tidak ingin sendiri.
Ronald menghela napas. “Fan, ini bukan soal kamu bisa atau tidak.”
Fania langsung menatap tajam. “Terus apa?”
Ronald terdiam sejenak. Seolah menimbang. Lalu akhirnya. “Aku tak mau kamu ikut.” Kalimat itu langsung tanpa lapisan. Dan terasa.
Fania membeku beberapa detik. Matanya berubah. “Apa?” Suaranya lebih pelan sekarang. Namun justru lebih terasa.
Ronald menatapnya. “Aku tak mau kamu ikut.”
Ia mengulang lebih pelan namun tetap sama.
Fania menatapnya, tidak percaya. “Kenapa?” tanyanya.
Ronald tidak langsung menjawab. Dan justru itu membuat segalanya semakin buruk.
“Kenapa, Ronald?”. Nada suaranya naik. Tipis. Namun jelas mulai retak.
Ronald akhirnya bicara. “Karena aku bakal sibuk.”
Fania langsung memotong.
“Aku bilang aku tak akan mengganggu!” Nada suaranya lebih tinggi sekarang.
Ronald menghela napas. “Fan...”
Namun Fania tidak berhenti. “Atau kamu tak mau aku ikut?” Langsung menusuk.
Ronald terdiam. Sejenak. Dan diam itu cukup.
Cukup untuk membuat Fania menarik kesimpulan sendiri.
“Jadi kamu tak mau aku ada di sana.” Kal…
RONALD & FANIA
BAB 71
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments