Pagi itu, Fania sudah bangun sejak matahari belum sepenuhnya muncul.
Ada perasaan berbeda di dalam dadanya.
Hari ini Ronald pulang.
Setelah empat hari menjalani perjalanan dinas, akhirnya rumah mereka akan kembali dipenuhi suara langkah dan suara tawa yang selama beberapa hari terakhir hanya terdengar melalui panggilan telepon.
Fania berjalan menuju kamar putra mereka.
"Bangun."
Anak kecil itu masih meringkuk di balik selimut.
"Papa pulang hari ini?"
"Iya."
Sekejap mata kecil itu langsung terbuka.
"Serius?"
Fania tertawa.
"Iya."
"Papa pulang!"
Anak itu langsung turun dari tempat tidur.
"Aku mau pakai baju yang bagus."
"Kenapa?"
"Papa harus lihat."
Fania tersenyum melihat semangatnya.
"Ya sudah. Tapi sarapan dulu."
"Iya!"
Menjelang siang, Fania beberapa kali melihat jam.
Ia tahu Ronald tidak akan tiba sampai beberapa jam lagi.
Namun entah mengapa, ia terus saja melihat waktu.
Bukan karena khawatir.
Hanya karena rindu.
Ponselnya kemudian berbunyi.
Pesan dari Ronald.
«Aku sudah di perjalanan pulang.»
Fania tersenyum.
Ia membalas:
«Hati-hati. Kami tunggu.»
Beberapa detik kemudian:
«Sebentar lagi rumah kembali ramai.»
Fania membaca pesan itu sambil tersenyum.
"Sebentar lagi."
Sekitar pukul tiga sore, suara mobil terdengar memasuki halaman.
Putra mereka yang sedang bermain langsung berlari ke pintu.
"Papa!"
Pintu mobil terbuka.
Ronald turun sambil membawa koper.
Belum sempat ia melangkah jauh, putranya sudah berlari memeluknya.
Ronald tertawa sambil mengangkat tubuh kecil itu.
"Papa kangen!"
"Aku juga!"
"Empat hari lama banget."
"Kan Papa sudah pulang."
Anak itu mencium pipi ayahnya.
"Aku punya hadiah."
Ronald mengangkat alis.
"Hadiah?"
"Iya."
Anak itu berlari mengambil kertas yang dibuatnya.
"Welcome home, Papa."
Ronald membaca tulisan itu.
Matanya langsung menghangat.
"Ini kamu yang buat?"
"Iya."
Ronald memeluknya erat.
"Terima kasih."
Dari belakang, Fania berdiri sambil tersenyum.
Tatapan Ronald akhirnya bertemu dengan tatapan istrinya.
Untuk beberapa detik, mereka…
RONALD & FANIA
BAB 158
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments