Suasana halaman belakang masih ramai.
Tawa dan obrolan terus mengalir tanpa jeda, seperti arus yang tidak pernah benar-benar berhenti. Gelas-gelas masih berpindah tangan, beberapa orang berdiri, sebagian lain duduk santai sambil bersandar. Musik pelan mengalun di latar, hampir tenggelam oleh suara percakapan yang saling bertabrakan.
Dari luar tidak ada yang berubah dan tidak ada yang terasa janggal. Namun bagi Fania, semuanya justru terasa semakin bising, terlalu ramai, terlalu penuh. Dan entah kenapa semakin membuat dadanya sesak.
Ia kembali ke luar dengan langkah pelan. Wajahnya sudah kembali tenang, rapi, terkontrol, seperti biasa. Seperti topeng yang selalu ia pakai ketika ia tidak ingin orang lain membaca apa yang sebenarnya ia rasakan.
Namun begitu pandangannya menangkap sosok itu, Ronald bersama wanita tadi berbicara. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu intens, dan tidak ada yang berlebihan. Namun cukup untuk membuat sesuatu di dalam dirinya kembali bergejolak.
Tampaknya Ronald kembali bergabung bersama rombongan itu, setelah sempat menghampirinya.
Wanita itu tertawa kecil, ringan seolah tidak ada beban. Ronald menanggapi, singkat seperti biasa. Namun tetap menanggapi, tidak mengabaikan. Dan justru itu yang terasa berbeda.
Fania berhenti beberapa langkah dari mereka, diam. Tanpa sadar, matanya memperhatikan. Mencatat dan mengamati hal-hal kecil yang seharusnya tidak berarti.
Cara wanita itu menatap, cara Ronald merespons, cara percakapan itu mengalir.
Lalu Ia mengalihkan pandangan, cepat.
Seolah tertangkap basah oleh perasaannya sendiri. Seolah ia tidak seharusnya melihat itu terlalu lama.
“Fan!”
Salah satu sepupu memanggilnya dari arah lain. Fania menoleh, senyum langsung ia bentuk. Ringan dan terlatih.
“Ya?”
“Mau kembali bergabung di sana?” ajaknya sambil menunjuk kelompok lain yang terlihat lebih santai.
Fania menggeleng halus. “Nanti saja.” Jawabannya sopan, namun jelas ia tidak ingin berlama-lama. Tidak ingin berada di tengah keramaian yang justru membuat…
RONALD & FANIA
BAB 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments