Langkah Fania membawanya ke sebuah tempat yang tidak ia rencanakan. Sebuah restoran kecil. Tenang, pencahayaannya hangat. Tidak terlalu ramai, namun cukup hidup untuk membuat seseorang tidak merasa sendirian.
Ia masuk, memilih meja di sudut. Tempat yang agak tersembunyi. Ia duduk kemudian memesan minuman. Bukan karena ingin. Namun lebih karena butuh alasan untuk berhenti, untuk diam. Untuk menenangkan sesuatu di dalam dirinya yang sejak tadi tidak berhenti bergerak.
Gelas diletakkan di depannya. Fania menatap cairan itu, terasa kosong. Seolah berharap pikirannya ikut menjadi kosong. Namun tidak.
Justru semakin jelas. Ronald.
Pagi tadi, ucapan sederhana. Tatapan singkat dan perasaan yang belum ia beri nama. Ia menghela napas pelan. Menutup mata sebentar.
Namun pintu restoran terbuka dan suara langkah kaki masuk. Dan entah kenapa tubuhnya merespons lebih dulu. Ia menoleh.
Dan di sana, Ronald bersama wanita itu. Langkah Fania terhenti, matanya membeku. Sejenak. Dadanya langsung terasa sesak.
Tanpa jeda, tanpa persiapan. Mereka terlihat santai. Saling berbicara, dekat, lebih dekat dari kemarin. Seolah lebih terbiasa.
Wanita itu tertawa kecil. Ronald menanggapi dengan singkat namun cukup.
Fania menunduk cepat secara refleks. Seolah ingin menghilang. Namun sudah terlambat, Ronald melihatnya. Tatapan mereka bertemu, beberapa detik dalam keterdiaman.
Wanita di sampingnya ikut menoleh. Melihat Fania, senyum kecil terukir di bibirnya. Terlihat tenang dan percaya diri. Seolah situasi itu biasa.
“Fania,” panggil Ronald. Nada suaranya datar namun jelas.
Fania tidak punya pilihan. Ia berdiri menghadap mereka.
“Kau di sini?” tanya Ronald. Pertanyaan sederhana namun terasa berat.
“Iya,” jawab Fania singkat. Matanya sempat melirik wanita itu sekilas.
Namun cukup untuk membuat perasaannya kembali bergerak.
“Sendiri?” tanya wanita itu.
Fania mengangguk. “Iya.”
Hening beberapa detik. Yang terasa lebih lama dari seharusnya.
“Kami baru mau duduk,” ujar wanita itu lagi. Nada suaranya ring…
RONALD & FANIA
BAB 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments