Pagi itu Ronald bangun lebih cepat dari biasanya.
Bukan karena pekerjaan.
Tapi karena tidurnya tidak pernah benar-benar dalam sejak beberapa hari terakhir.
Pikirannya seperti tidak memberi ruang untuk benar-benar istirahat.
Fania sudah tidak ada di kamar.
Sama seperti kemarin.
Dan hari-hari sebelumnya.
Ronald duduk di tepi ranjang cukup lama sebelum akhirnya berdiri.
Langkahnya pelan saat menuju kamar mandi, seperti tubuhnya bergerak lebih lambat dari pikirannya sendiri.
Di dapur, Fania sudah menyiapkan sarapan.
Anak mereka masih tidur.
Rumah terasa tenang, tapi bukan tenang yang nyaman.
Lebih seperti tenang yang tidak ingin diganggu.
“Aku berangkat pagi lagi,” ucap Ronald saat masuk dapur.
Fania menoleh sebentar.
“Iya.”
Tidak ada tambahan lain.
Tidak ada “hati-hati”.
Tidak ada “jangan lupa makan”.
Dan Ronald tidak lagi menunggu itu.
Ia mengangguk kecil, lalu mengambil kunci mobil.
Namun sebelum keluar, ia berhenti lagi.
Seperti ada kebiasaan lama yang belum sepenuhnya hilang.
“Fan…”
Fania menoleh.
“Apa?”
Ronald ragu sebentar.
“Aku ngerasa kita makin… asing.”
Fania terdiam.
Tidak terkejut.
Tidak juga membantah.
“Kita nggak asing,” jawabnya pelan.
Ia berhenti sebentar.
“Kita cuma berhenti saling mengenali dengan cara yang sama.”
Kalimat itu membuat Ronald diam.
Karena itu bukan penolakan.
Tapi penjelasan yang terlalu jujur untuk diperdebatkan.
Di kantor, Ronald mencoba bekerja seperti biasa.
Tapi setiap notifikasi kecil di ponselnya membuat pikirannya kembali ke rumah.
Ke percakapan yang tidak lagi hangat.
Ke jawaban yang semakin singkat.
Ia membuka chat Fania.
«“Anak tidur lebih lama hari ini.”»
Balasan dari Fania hanya satu kata:
“Ya.”
Ronald menatap layar lama.
Lalu menutupnya tanpa membalas.
Bukan karena marah.
Tapi karena ia tidak tahu harus memperpanjang percakapan ke mana.
Sore hari, ia pulang lebih awal lagi.
Kebiasaan yang mulai terasa seperti upaya diam-diam untuk memperbaiki sesuatu tanpa benar-benar tahu apa yang harus diperbaiki.
Saat masuk rumah, ia mel…
RONALD & FANIA
BAB 114
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments