Acara perlahan berakhir. Lampu masih menyala hangat, memantulkan sisa kemewahan malam itu di lantai dan dinding. Namun jumlah tamu mulai berkurang. Satu per satu berpamitan, meninggalkan ruang yang tadi penuh tawa kini terasa lebih lapang.
Lebih sepi.
Namun bukan benar-benar kosong. Masih ada sisa-sisa kebahagiaan yang menggantung di udara. Potongan percakapan. Sisa gelas di meja. Dan langkah-langkah terakhir yang terdengar semakin jarang.
Fania berdiri tidak jauh dari pintu keluar. Tangannya menggenggam clutch kecilnya. Jarinya sesekali bergerak, tanpa sadar, seperti mencari sesuatu untuk ditenangkan. Matanya masih sesekali bergerak pelan refleks mencari.
Dan seperti sebelumnya, ia menemukannya. Ronald dan Valencia. Masih berdampingan dan masih berbicara. Masih terlihat nyaman dan masih terlalu dekat.
Tidak ada lagi kerumunan besar yang menutupi mereka. Tidak ada distraksi lain. Semuanya terlihat lebih jelas sekarang. Lebih nyata, lebih sulit untuk diabaikan. Namun kali ini suara lain memotong semuanya.
“Ronald.” Suara tegas namun hangat itu membuat mereka semua menoleh.
Ibu Ronald berdiri beberapa langkah dari sana. Posturnya tegak, tatapannya tenang namun tidak bisa dibantah. Matanya langsung ke arah putranya. Lalu beralih ke Fania.
“Pulang bersama Fania.” Kalimat itu singkat namun penuh keputusan.
Tidak ada ruang untuk negosiasi. Bukan pertanyaan, bukan permintaan. Hening sesaat.
Valencia melirik sekilas ke arah Fania, tipis. Hampir tidak terlihat lalu kembali ke Ronald.
Ronald tidak langsung menjawab. Ada jeda kecil, sangat singkat namun cukup untuk terasa. Lalu ia mengangguk.
“Iya, Ma.” Nada suaranya datar, tidak menolak. Namun juga tidak menunjukkan apa pun.
Dan tanpa banyak kata arah malam itu berubah. Mobil melaju di jalanan malam. Lampu-lampu kota memanjang di kaca jendela, seperti garis-garis cahaya yang berlari cepat lalu menghilang.
Di luar semuanya bergerak. Namun di dalam mobil tidak ada yang bergerak. Fania duduk di kursi penumpang. Menatap ke luar,…
RONALD & FANIA
BAB 29
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments