Hari-hari berikutnya berjalan lebih tenang.
Ronald tetap menepati janjinya untuk pulang lebih awal setiap kali pekerjaannya memungkinkan. Setiap pagi ia selalu menyempatkan diri sarapan bersama Fania dan putra mereka. Bahkan sebelum berangkat, ia tidak pernah lupa mengecek apakah Fania sudah meminum vitamin yang diberikan dokter.
Perhatian kecil itu perlahan menjadi kebiasaan baru.
Dan tanpa disadari, Fania mulai menunggu semua kebiasaan itu setiap hari.
Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Pagi itu, Ronald menerima panggilan dari atasannya.
"Pak Ronald, perjalanan dinasnya sudah dipastikan. Berangkat lusa pagi."
Ronald memejamkan mata beberapa detik.
"Berapa hari, Pak?"
"Tiga hari. Kalau pembahasan cepat selesai, mungkin bisa dua hari."
"Baik, saya mengerti."
Telepon terputus.
Ronald masih berdiri di depan jendela ruang kerjanya.
Hatinya terasa berat.
Bukan karena pekerjaan.
Melainkan karena harus meninggalkan Fania di saat kondisi istrinya belum benar-benar pulih.
Sore harinya, Ronald pulang lebih cepat dari biasanya.
Begitu membuka pintu rumah, aroma masakan langsung menyambutnya.
Di dapur, Fania sedang memasak sambil ditemani putra mereka yang sibuk menggambar di meja makan.
"Pulang."
Sapa Fania sambil tersenyum.
Ronald membalas senyum itu, tetapi wajahnya masih menyimpan kegelisahan.
"Mas, capek?"
"Sedikit."
Fania langsung menuangkan segelas air putih.
"Nih."
Ronald menerimanya.
"Terima kasih."
Saat makan malam, Ronald akhirnya menceritakan tentang perjalanan dinas itu.
Fania terdiam cukup lama.
"Lusa?"
"Iya."
"Berapa hari?"
"Dua atau tiga hari."
Fania mengangguk pelan.
"Semoga lancar."
Hanya itu yang ia katakan.
Tidak ada rengekan agar Ronald membatalkan keberangkatan.
Tidak ada wajah kecewa.
Tidak ada permintaan untuk ditemani.
Sikap tenang itu justru membuat Ronald semakin tidak nyaman.
Dulu, Fania pasti akan berkata,
"Mas, jangan lama-lama ya."
Atau,
"Nanti video call setiap malam."
Kini...
Tidak ada lagi kalimat seperti itu.
Malam harinya,…
RONALD & FANIA
BAB 141
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments