Ia terlihat normal bagi orang lain. Ia masih menjawab pertanyaan rekan kerja. Masih tersenyum ketika dibutuhkan. Masih mengangguk dan berkata “iya” saat seseorang meminta bantuan.
Namun di dalam dirinya, pikirannya tidak berhenti berputar. Setiap beberapa menit, ia kembali mengingat suasana rumah tadi pagi.
Sunyi itu. Tatapan Ronald yang tidak bertahan lama. Nada suara Ronald yang terlalu datar.
Fania menghela napas pelan, lalu menekan pelipisnya dengan jari.
“Kenapa sih…” Gumam itu keluar tanpa ia sadari.
Bukan karena ia ingin memperbesar masalah. Bukan karena ia ingin menang. Namun karena ia ingin dipahami.
Ia merasa Ronald terlalu sering memilih diam ketika ada sesuatu yang harus dibicarakan. Ronald selalu terlihat seperti baik-baik saja, seakan masalah bisa selesai hanya dengan waktu. Seakan luka kecil akan hilang sendiri jika dibiarkan.
Padahal bagi Fania, hal kecil yang tidak dibicarakan justru akan tumbuh menjadi jarak. Dan jarak itu, lama-lama akan terasa asing.
Ia menatap layar komputernya, tapi huruf-huruf di sana terasa kabur. Fania kembali menarik napas panjang. Ia berusaha fokus. Namun perasaannya masih tertinggal di rumah.
***
Sementara itu, di tempat lain, Ronald duduk di ruang kerjanya. Ruangan itu sunyi. Tidak ada suara selain AC dan ketikan sesekali dari keyboard. Ronald menatap layar laptopnya, namun pikirannya tidak benar-benar membaca apa pun.
Ia hanya diam. Seperti sedang memikirkan sesuatu yang lebih penting daripada pekerjaan.
Ronald mengingat percakapan semalam. Mengingat cara Fania bicara. Mengingat nada suaranya. Mengingat ekspresi yang muncul di wajah Fania ketika ia merasa tidak didengarkan.
Ronald tidak bodoh. Ia tahu Fania kecewa. Namun selama ini ia selalu berpikir, jika ia diam, masalah akan mereda. Ia selalu berpikir, jika ia tidak memperpanjang pembicaraan, semuanya akan kembali normal.
Tapi pagi ini, Ronald merasakan sesuatu yang berbeda. Ia merasakan rumahnya dingin. Ia merasakan Fania tidak sekadar kesal. Fania terlihat menjau…
RONALD & FANIA
BAB 59
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments