Pagi datang tanpa benar-benar membawa ketenangan. Cahaya matahari masuk dari sela tirai.
Lembut namun tidak cukup untuk menghangatkan suasana kamar yang terasa asing. Fania bangun kesiangan, mengingat hari ini memang hari libur dan Ronald pun sama.
Duduk di tepi ranjang. Diam, tangannya menggenggam ujung selimut. Kosong, namun kepalanya terasa penuh. Ia tidak tidur nyenyak semalam, hampir tidak tidur sama sekali. Setiap kali memejamkan mata yang muncul tetap sama.
Restoran itu.
Tawa itu.
Dan kalimat Ronald yang terus berputar tanpa henti. “Kalau kau yakin tak cemburu, harusnya kau tak menolaknya sekeras ini.”
Fania menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Namun tetap tidak lega. Di sampingnya, tempat tidur sudah kosong. Ronald sudah tidak ada. Fania menoleh sekilas, lalu kembali lurus ke depan. Tidak kaget dan juga tidak benar-benar peduli. Atau setidaknya itu yang ia coba yakini.
Ia berdiri melangkah ke kamar mandi, rutinitas pagi berjalan seperti biasa. Teratur, terlihat normal namun setiap gerakan terasa seperti dilakukan tanpa benar-benar hadir di sana.
Beberapa menit kemudian, ia turun ke bawah. Rumah terasa sunyi, terlalu sunyi. Langkahnya berhenti di ruang makan dan Ronald ada di sana. Duduk manis dengan laptop terbuka di depannya. Juga ada kopi ditangannya, seperti biasa.
Namun ada yang berbeda. Ia tidak menoleh saat Fania datang, tidak menyapa dan tidak juga memberi tanda bahwa ia sadar Fania ada di sana.
Fania berdiri beberapa detik, menunggu tanpa sadar. Namun tidak ada respon, ia akhirnya berjalan mendekat. Menarik kursi, duduk pelan dan tetap tidak ada suara. Ronald terlihat fokus pada layarnya. Seolah Fania tidak ada, dan itu mengganggu. Lebih dari yang ingin ia akui.
“Kamu tak ke kantor?” tanya Fania akhirnya dengan nada suaranya yang datar. Namun sedikit kaku.
Ronald menjawab tanpa menoleh. “Nanti.” Menjawab dengan singkat.
Fania mengangguk kecil meski tidak dilihat. Dan hanya keheningan lagi. Namun kali ini lebih dingin dan lebih nyata.…
RONALD & FANIA
BAB 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments