Waktu berjalan pelan namun pasti. Hari-hari setelah mereka kembali ke tanah air terasa...stabil. Tidak banyak drama. Tidak banyak pertengkaran. Hanya ritme yang perlahan menemukan bentuknya sendiri.
Fania kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Meeting. Presentasi. Keputusan-keputusan cepat yang tidak bisa menunggu.
Sementara Ronald, tetap sibuk dengan dunianya sendiri. Perjalanan bisnis. Klien.
Tanggung jawab yang terus bertambah.
Namun kali ini, semuanya berbeda. Kesibukan itu tidak lagi menciptakan jarak seperti sebelumnya.
Karena di sela-sela hari yang padat, mereka mulai terbiasa saling mencari. Sarapan singkat sebelum berangkat. Pesan kecil di tengah meeting. Panggilan singkat sebelum tidur.
Hal-hal sederhana yang dulu sering terlewat, kini justru menjadi penting. Dan Fania menyadari itu. Bahwa hubungan ternyata tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.
Kadang yang membuat seseorang bertahan hanyalah rasa “diingat”.
***
Sebulan berlalu. Dan malam itu, suasana kamar mereka terasa sedikit berbeda.
Hujan turun pelan di luar jendela.
Lampu kamar redup.
Udara dingin memenuhi ruangan. Ronald duduk di meja kerja kecil dekat jendela.
Laptop terbuka. Beberapa dokumen berserakan rapi di sekelilingnya.
Pria itu fokus membaca file demi file.
Sesekali mengetik. Sesekali membuka ponsel.
Sementara Fania, berdiri di ambang pintu kamar. Diam. Memperhatikannya. Lebih lama dari biasanya.
Ronald sebenarnya sudah menyadari sejak tadi. Namun ia membiarkannya beberapa menit. Sampai akhirnya.
“Besok kamu berangkat ya…” Suara Fania pelan.
Namun cukup untuk memecah fokus. Ronald berhenti mengetik. Lalu menoleh.
“Iya.” Singkat. Tenang.
Fania tidak langsung bergerak. Ia masih berdiri di sana. Tangannya bersedekap ringan di depan dada. Bukan defensif. Lebih seperti…menahan sesuatu.
Ronald memperhatikannya beberapa detik.
“Kamu kenapa?” tanyanya pelan.
Fania menggeleng kecil. “Gak kenapa-kenapa.” Jawaban klasik.
Namun kali ini, tidak sepenuhnya kosong.
Ronald mengenalnya terlalu baik seka…
RONALD & FANIA
BAB 70
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments