Beberapa hari setelah malam itu semuanya terasa berubah. Bukan perubahan besar yang langsung terlihat jelas. Tidak ada drama. Tidak ada pengakuan panjang.
Namun ada sesuatu yang bergeser perlahan di antara mereka. Dan Fania bisa merasakannya. Ia tidak lagi menjaga jarak.
Tidak lagi menahan dirinya sendiri setiap kali ingin dekat dengan Ronald.
Ia mulai terbiasa menyentuh tangan pria itu lebih dulu. Mulai nyaman bersandar tanpa merasa canggung. Mulai berhenti berpura-pura bahwa dirinya selalu baik-baik saja sendirian.
Dan yang paling terasa ia tidak lagi menyembunyikan kebutuhannya. Termasuk kebutuhannya akan Ronald.
Pagi itu kamar mereka dipenuhi cahaya matahari yang masuk dari balik tirai tipis. Udara masih sedikit dingin. Namun suasananya tenang.
Ronald berdiri di dekat koper besar yang terbuka di atas sofa kecil. Tangannya sibuk merapikan beberapa pakaian. Dokumen kerja disusun rapi. Laptop dimasukkan ke tas khusus. Beberapa map penting diletakkan di sisi koper.
Gerakannya teratur. Terbiasa. Perjalanan bisnis seperti ini sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda.
Fania berdiri di dekat lemari sambil memperhatikannya diam-diam. Tatapannya tidak lepas.
Ronald yang menyadari itu akhirnya melirik sekilas.
“Kamu kenapa?” tanyanya santai.
Fania tidak langsung menjawab. Ia justru berjalan perlahan mendekat. Semakin dekat.
Lalu tanpa banyak bicara, ia bersandar pelan di lengan Ronald.
Ronald berhenti beberapa detik, menatapnya.
“Fan…”
Namun sebelum ia sempat melanjutkan, Fania lebih dulu bicara. “Ikut.” Singkat dan langsung.
Ronald mengernyit tipis. “Ikut?”
Fania mengangguk kecil. “Iya.” Nada suaranya lembut. Namun ada ketegasan di sana. Bukan sekadar bercanda.
Ronald menatapnya beberapa saat.
“Ini kerjaan.” Jawabnya rasional.
Seperti biasa. Namun kali ini Fania tidak mundur. Ia justru sedikit mengangkat wajahnya. Menatap Ronald lurus.
“Aku tak akan mengganggu.” Kalimat itu keluar cepat. Seolah sudah dipikirkan sejak lama.
Ro…
RONALD & FANIA
BAB 62
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments