Beberapa saat setelah itu, tidak ada lagi percakapan panjang. Mereka tetap berada di sofa. Dekat. Tenang.
Ronald bersandar sedikit. Sementara Fania masih memeluk pinggangnya. Tidak banyak bergerak. Seolah takut kehangatan itu hilang jika ia melepas terlalu cepat.
Suara pendingin ruangan terdengar samar. Lampu kota di balik jendela masih memantul lembut ke dalam kamar.
Dan malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Fania merasa benar-benar aman. Bukan aman karena semuanya sempurna. Namun karena ia tahu, ia tidak sendirian menghadapi rasa takutnya.
Ronald ada di sana. Dan kali ini, ia tidak menjauh. Fania menarik napas pelan. Lalu mengangkat wajahnya sedikit.
“Nald…” panggilnya lirih.
Ronald menunduk. “Hm?”
Fania terdiam sebentar. Seolah ragu untuk bicara. Namun akhirnya, ia tetap mengatakannya.
“Aku akhir-akhir ini jadi takut.”
Kalimat itu membuat Ronald, memperhatikannya lebih serius.
“Takut apa?” tanyanya pelan.
Fania memainkan ujung kemeja Ronald lagi. Kebiasaan kecil yang selalu muncul saat ia gugup.
“Takut semuanya berubah lagi.” Jujur. Apa adanya.
Ronald diam mendengar itu.
Fania melanjutkan pelan. “Kita pernah jauh.”
Matanya menunduk. “Dan aku tak mau kembali ke sana.” Nada suaranya lembut. Namun ada luka kecil di sana.
Ronald mengusap rambutnya perlahan. “Kita tak akan kembali ke sana.” Ujarnya tenang.
Namun Fania menggeleng kecil.
“Kita tak pernah tau.”
Kalimat itu membuat Ronald terdiam beberapa detik. Karena kali ini, Fania tidak sedang mencari jawaban manis. Ia sedang bicara tentang ketakutan nyata.
Tentang hubungan yang pernah hampir kehilangan hangatnya. Tentang dua orang yang sempat terlalu sibuk sampai lupa menjaga satu sama lain.
Ronald menghela napas kecil. Lalu mengangkat dagu Fania perlahan.
“Dengar aku.” Nada suaranya rendah. Serius.
Fania menatapnya diam. Ronald melanjutkan.
“Hubungan itu memang bisa berubah.” Jujur. Tidak menyangkal.
“Kadang lelah.”
“Kadang ada salah paham.”
“Kadang kita sama-sama keras kepala.”
Ia tersenyum tipis. “…
RONALD & FANIA
BAB 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments