Rumah mereka kembali dipenuhi kesunyian.
Bukan kesunyian yang menenangkan.
Melainkan kesunyian yang perlahan berubah menjadi kebiasaan.
Fania sedang menyiapkan sarapan ketika Ronald turun dari lantai atas.
Pria itu menghentikan langkahnya sejenak.
Matanya memperhatikan istrinya yang sibuk menata piring di meja makan.
Dulu, Fania selalu menyambutnya dengan senyum, mengajaknya mencicipi masakan, atau sekadar bertanya apakah dasinya sudah rapi.
Sekarang...
Fania tetap memperhatikannya.
Tetapi hanya sebatas memastikan sarapannya tersedia.
Tidak lebih.
"Pagi."
"Pagi."
Hanya dua kata.
Lalu keduanya kembali sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Anak mereka berlari kecil menghampiri Ronald.
"Papa!"
Ronald langsung tersenyum, mengangkat putranya ke dalam pelukan.
"Jagoan Papa sudah bangun."
"Iya."
Anak itu tertawa kecil.
Suara tawa polos itu menjadi satu-satunya suara hangat yang memenuhi ruang makan pagi itu.
Fania meletakkan segelas kopi di depan Ronald.
"Kopinya."
"Makasih."
"Iya."
Lagi-lagi hanya itu.
Ronald diam-diam memperhatikan wajah istrinya.
Tidak ada kemarahan.
Tidak ada raut kecewa.
Namun justru ekspresi yang terlalu tenang itulah yang membuat dadanya terasa tidak nyaman.
Selesai sarapan, Ronald meraih tas kerjanya.
"Aku berangkat."
"Hati-hati."
Fania tetap memberinya senyum tipis.
Senyum yang sopan.
Namun terasa begitu berbeda dibanding senyum yang dulu selalu membuat Ronald enggan meninggalkan rumah.
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Ronald tidak bisa berhenti memikirkan perubahan itu.
Fania tidak lagi mengeluh ketika ia pulang larut.
Tidak lagi mengirim pesan menanyakan apakah ia sudah makan.
Tidak lagi meminta ditemani ke supermarket.
Tidak lagi memintanya memperbaiki rak, mengganti lampu, atau membantu pekerjaan kecil di rumah.
Awalnya Ronald mengira itu pertanda baik.
Fania mulai mandiri.
Persis seperti yang pernah ia minta saat sedang emosi beberapa bulan lalu.
Namun kini...
Mengapa justru terasa sesak?
Di rumah.
Setelah membereskan dapur,…
RONALD & FANIA
BAB 122
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments