Malam turun lebih cepat dari biasanya.
Langit di luar jendela sudah gelap sejak sore berlalu. Lampu-lampu rumah menyala redup. Namun suasana di dalam kamar tidak terasa hangat seperti sebelumnya. Karena kondisi Fania, tidak benar-benar membaik.
Demamnya sempat turun siang tadi. Membuat Ronald sedikit lebih tenang. Fania bahkan sempat tersenyum. Sempat bercanda kecil. Sempat bilang dirinya sudah lebih baik.
Namun menjelang malam, panas itu kembali naik. Lebih tinggi. Lebih terasa.
Fania terbaring di tempat tidur. Tubuhnya terasa berat. Napasnya sedikit lebih cepat. Keningnya kembali panas. Dan kali ini bahkan matanya terlihat sulit terbuka.
Ronald duduk di samping tempat tidur. Termometer masih di tangannya. Tatapannya tidak lepas dari wajah Fania. Beberapa detik terasa jauh lebih lama dari biasanya.
Lalu bunyi kecil terdengar. Ronald langsung melihat hasilnya. Dan saat angka itu muncul, rahangnya sedikit mengeras.
“Sayang…” Panggilannya pelan. Namun ada ketegangan kecil di sana.
Fania membuka mata perlahan. Lelah. Sangat lelah. “Iya…” Suaranya hampir seperti bisikan.
Ronald menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya bicara. “Panas kamu naik lagi.” Nada suaranya tetap tenang. Namun jelas ia khawatir.
Fania menggeleng kecil. Refleks. “Tak apa…” Kalimat itu keluar otomatis. Seperti kebiasaan. Seperti selama ini. Namun tubuhnya tidak mendukung kebohongan itu.
Ronald langsung berdiri. Keputusannya cepat.
“Kita ke rumah sakit.” Kalimat itu tegas. Tidak memberi ruang untuk ditawar.
Fania langsung menggeleng pelan. “Tak perlu…” Suaranya lemah. Hampir hilang.
“Aku hanya lelah…”
Namun Ronald sudah mengambil jaket di kursi. Gerakannya cepat. Fokus.
“Sayang.” Ia menoleh. Tatapannya serius sekarang. “Ini bukan hanya lelah.”
Sunyi.
Fania terdiam. Tubuhnya terlalu lemah untuk berdebat. Namun masih ada sedikit penolakan di matanya.
Ronald berjalan mendekat lagi. Duduk di sisi ranjang. Tangannya menyentuh pipi Fania. Hangat. Terlalu hangat. Dan itu justru membuat dadanya semakin t…
RONALD & FANIA
BAB 74
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments