Hari-hari setelah kepulangan Ronald berjalan jauh lebih tenang.
Tidak ada lagi koper yang tergeletak di dekat pintu.
Tidak ada panggilan video dari kamar hotel.
Tidak ada perbedaan waktu yang membuat mereka harus menunggu untuk berbicara.
Kini, setiap pagi Ronald kembali duduk di meja makan bersama Fania dan putra mereka.
Kebiasaan sederhana itu ternyata menjadi sesuatu yang paling ia rindukan selama perjalanan.
Pagi itu, Ronald sedang menuangkan susu ke dalam gelas putranya.
"Jangan penuh-penuh, Pa."
"Kenapa?"
"Nanti tumpah."
Ronald tertawa.
"Papa tahu."
Fania yang duduk di seberang mereka ikut tersenyum.
"Pelan-pelan."
Ronald mengangguk.
"Iya, Bu."
Putra mereka langsung tertawa.
"Papa selalu nurut Mama."
Ronald menatap anaknya.
"Memang harus."
"Kenapa?"
"Karena Mama itu bos di rumah."
Fania langsung menggeleng.
"Jangan ngajarin yang aneh-aneh."
Mereka bertiga tertawa.
Pemandangan itu sederhana.
Namun bagi Ronald, justru di situlah kebahagiaan yang sebenarnya berada.
Setelah mengantar putra mereka ke sekolah, Ronald dan Fania duduk berdua di ruang keluarga.
Ronald membawa sebuah map dari kantor.
"Aku mau ngomong sesuatu."
Fania menoleh.
"Apa?"
"Proyek kemarin berhasil."
Fania tersenyum.
"Alhamdulillah."
"Dan kantor pusat menawarkan aku untuk memimpin proyek berikutnya."
Fania terdiam.
"Proyeknya di mana?"
"Masih di dalam negeri."
"Berapa lama?"
"Beberapa bulan."
Fania menarik napas pelan.
Ada sedikit rasa khawatir yang muncul.
Namun kali ini, ia tidak membiarkan rasa takut mengambil keputusan untuknya.
"Kamu mau?"
Ronald tersenyum tipis.
"Aku mau."
"Kalau begitu ambil."
Fania membuat Ronald terdiam.
"Kamu yakin?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena aku tahu kamu sudah belajar."
Fania menggenggam tangannya.
"Aku juga sudah belajar."
"Belajar apa?"
"Bahwa mencintai seseorang bukan berarti harus membuatnya berhenti mengejar mimpinya."
Ronald menatap Fania dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi aku punya satu permintaan."
"Apa?"
"Kalau kamu pergi, jangan pernah membuat aku…
RONALD & FANIA
BAB 159
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments