Dua hari terasa cepat berlalu. Waktu seperti tidak benar-benar berjalan, ia meluncur, diam-diam, tanpa memberi kesempatan untuk menahan.
Rumah Valencia yang awalnya terasa asing kini justru terasa hangat. Seperti tempat singgah yang tanpa sadar, mulai terasa seperti rumah kedua.
Pagi itu suasana sedikit berbeda. Lebih sibuk dan lebih padat. Dan entah kenapa lebih terasa akan berpisah.
Koper sudah kembali tertutup rapi. Resleting ditarik tanpa suara berlebihan, seolah bahkan benda mati pun ikut menjaga suasana tetap tenang. Barang-barang dibereskan dengan lebih cepat dari biasanya, tanpa banyak percakapan yang perlu.
Rutinitas pagi tetap berjalan namun ritmenya berubah, lebih cepat dan lebih sunyi.
Fania berdiri di ruang keluarga. Matanya perlahan menyapu setiap sudut ruangan.
Sofa tempat ia duduk semalam. Meja kecil dengan cangkir yang kini kosong. Jendela yang membiarkan cahaya pagi masuk dengan lembut. Semua tampak biasa. Namun perasaan yang menyertainya tidak lagi sama.
Kayla duduk di lantai. Memainkan bonekanya dengan penuh imajinasi. Sesekali ia tertawa kecil. Sesekali mengoceh sendiri, menciptakan dunia kecil yang hanya ia pahami.
“Liat ini!” Katanya tiba-tiba, mengangkat boneka itu tinggi-tinggi.
Tanpa benar-benar menunggu jawaban. Fania tersenyum. Langkahnya pelan mendekat. Lalu ia duduk di samping Kayla, membiarkan dirinya ikut masuk ke dalam dunia kecil itu.
“Kamu tak sekolah hari ini?” Tanyanya lembut.
Kayla menggeleng cepat. Rambutnya ikut bergerak ringan.
“Main sama tante aja.” Jawabnya polos, tanpa beban.
Jawaban yang sederhana tapi entah kenapa terasa seperti permintaan yang jauh lebih dalam.
Fania tertawa kecil. Tangannya mengusap rambut Kayla dengan penuh sayang.
“Enak banget ya.”
Kayla langsung memeluknya, tanpa ragu, tanpa jeda.
“Jangan pulang.”
Kalimat itu tidak panjang, tidak dramatis. Namun cukup untuk membuat sesuatu di dada Fania terasa hangat dan sedikit tertarik.
Ia memeluk balik. Lebih erat dari yang ia sadari. “Iya… maunya begitu.” Jaw…
RONALD & FANIA
BAB 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments