Sore mulai turun perlahan. Langit yang tadi terang kini berubah warna. Biru yang luas mulai tergantikan oleh jingga yang lembut. Cahaya matahari tidak lagi menyilaukan, melainkan menyentuh segalanya dengan hangat yang tenang.
Fania dan Livia berjalan keluar dari salah satu toko terakhir yang mereka kunjungi hari itu.
Tas belanja ada di tangan mereka. Tidak terlalu banyak. Namun cukup untuk menjadi tanda bahwa hari itu terisi.
Langkah mereka melambat bukan karena lelah. Namun karena ada perasaan enggan untuk benar-benar mengakhiri hari itu. Seolah tanpa sadar, mereka sama-sama ingin memperpanjang momen.
“Lelah?” Tanya Livia sambil melirik sekilas. Nada suaranya santai, tapi tetap penuh energi seperti biasa.
Fania menggeleng kecil. “Tidak.” Ia tersenyum. “Seru.” Jawabannya jujur bukan basa-basi.
Livia langsung mengangguk puas. “Bagus. Berarti aku berhasil.”
Fania mendengus pelan sedikit geli. Namun ia tidak menyangkal. Karena memang hari itu terasa berbeda. Lebih hidup.
Ponsel Livia tiba-tiba berbunyi. Ia melirik layar, lalu ekspresinya berubah.
“Oh.” Senyumnya muncul. “Mark sudah sampai.”
Di saat yang hampir bersamaan, Fania juga meraih ponselnya. Layar menyala, pesan singkat dari Ronald.
Sudah di depan. Hanya dua kata namun cukup. Fania menatap layar itu sejenak. Lalu tersenyum kecil. Bukan karena kata-katanya. Namun karena perasaan yang datang bersamanya.
Mereka saling pandang, tidak perlu banyak bicara. Tanpa aba-aba langkah mereka otomatis mengarah ke tempat yang sama. Dan di sana sebuah mobil sudah menunggu.
Mark berdiri di sampingnya, bersandar santai. Namun tetap rapi. Sikapnya tenang, seperti seseorang yang tidak pernah benar-benar terburu-buru.
Sementara Ronald berdiri tidak jauh darinya. Posturnya tegap, ekspresinya biasa saja. Namun begitu melihat Fania ada perubahan kecil. Tatapannya langsung menjadi lebih hangat. Lebih fokus, seolah dunia di sekitarnya sedikit meredup.
Fania berjalan mendekat. Langkahnya tanpa sadar melambat sedikit. Ada sesuatu dalam c…
RONALD & FANIA
BAB 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments