Beberapa hari setelah kejadian "cemburu pada laptop", keadaan sempat membaik. Ronald benar-benar berusaha meluangkan waktu. Ia pulang lebih cepat. Lebih sering menemani Fania.
Bahkan beberapa pekerjaan ia tunda demi makan malam bersama istrinya. Namun sayangnya dunia tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Karena justru di minggu itu pekerjaan Ronald memasuki masa yang jauh lebih sibuk dibanding sebelumnya. Dan kali ini, bahkan Ronald sendiri mulai kewalahan.
Pagi itu Ronald sudah menerima telepon sejak pukul enam. Saat Fania baru bangun dan masih mengucek mata, pria itu sudah duduk di tepi tempat tidur dengan laptop terbuka.
Wajahnya terlihat serius. Sangat serius. Fania yang biasanya langsung mendapat pelukan pagi hanya mendapat kecupan singkat di kening.
"Morning, Sayang."
"Hm..."
Ronald tersenyum kecil. Namun sebelum sempat mengatakan apa-apa lagi, teleponnya kembali berdering.
"Sebentar ya."
Dan pembicaraan mereka berakhir sampai di situ. Awalnya Fania tidak mempermasalahkan. Ia paham. Ronald bekerja. Lagipula selama ini Ronald selalu berusaha membagi waktunya.
Jadi ia mencoba mengerti. Namun hari itu berjalan berbeda. Sangat berbeda. Sarapan sambil menjawab telepon. Bekerja di ruang kerja. Rapat online. Telepon lagi. Membalas email. Telepon lagi.
Dan lagi.
Dan lagi.
Siang harinya Fania membawa sepiring buah ke ruang kerja. Ia mengetuk pelan.
"Masuk."
Begitu membuka pintu, ia melihat Ronald sedang berbicara dengan seseorang melalui video call. Ekspresinya tegang.
Di meja bahkan ada tiga dokumen terbuka sekaligus. Fania langsung merasa tidak enak. Namun Ronald melihatnya. Pria itu tersenyum sekilas.
Lalu menunjuk meja kecil di samping sofa. Memberi isyarat agar buah itu diletakkan di sana.
Fania mengangguk kecil. Lalu keluar lagi. Tidak ada yang salah. Tidak ada. Namun entah kenapa ia tetap merasa sedikit kecewa.
Karena biasanya Ronald akan menghampirinya. Atau setidaknya bertanya bagaimana keadaannya hari itu. Tapi sekarang tidak.
Menjelang sore. Fania mulai me…
RONALD & FANIA
BAB 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments